Thursday, June 30, 2005

Real vs Super Real

Realty News :

Hari ini di Jakarta terjadi tabrakan kereta jam 4.15 wib di stasiun pasarminggu, saya ikut berduka cita atas meninggalnya 4 korban, semoga jiwanya di terima di sisi-Nya. Kalau melihat mimpi kemarin sih, aku ngga menyangka bakalan terjadi semacam itu, apalagi swasana cerah, yang menjadi tanda tanya ketika mimpi, yaitu Angel Camera : Kenapa dari bawah ? seolah aku sedang terkapar...dari lagu pop, menjadi lagu religius.

Aku sering naik kereta juga, tapi kalau ada jalur bus way mendingan bus way. Biasanya aku naik dari depok ke kantor Nursyam atau ke Kota. Sesekali aku memotret swasana kereta dan grafiti di gerbongnya.

Semoga kita jeli membaca makna batinnya.


Location : Damaran
Day/ Day : Kamis - 30/06/05
Time : 05.00-07.30 wib
Story of the beating my of they heart :

Malam ini aku memutar Yasin untuk menemani tidurku, pulas sampai muncul figur pelantun jiran itu lagi menyanyikan lagu kesukaanku tanpa iringan musik dengan latar belakang lelaki Indonesia dengan kostum drumband. Melihatnya saja dari kejauhan, tapi ada yang menahan kalau ingin mendekatinya walau hanya dalam mimpi. Ternyata setelah Yasinan ada file-file lagu itu. Adzan subuh tak hendak membuatku untuk segera segar, tapi malah sebaliknya membuatku semakin ingin masuk ke alam mimpi, dan mulai seraching.

Cut to :
Gambar blur, dis ebuah pegunungan hijau, ada seekor gorila warna ke nguan. Setelah melihatku lalu dia berbalik menjauhi. Malu kali yee, Kemudian aku searching lagi : Ada 2 gorila yang datang dan melihatku, berbalik badan lagi.
Untuk menghibur mereka, aku berkata, "Itu khan makhluk ruang angkasa" ngga tega bilang,"Monyet" hehe.

Coment :
Di film star war juga banyak wujud semacam itu. Berbaur menjadi satu mempertahankan republik.


Cut to:
Kami duduk di sebuah kursi di ruang terbuka, tiba-tiba Aristo menghampiri dan cerita tentang PRJ, katanya di sana banyak yang kecolongan, soket saja di colong. Sebab harganya jauh beda antara di pameran dengan di luar. Kemudian aku menambahi," Ada 10 laptop yang hilang, Ris." katakusambil pidah tempat duduk.

Cut to:
Angga CMC atau mirip Hanung teman SMP, menanyakan apakah sudah selesai mengerjakan soal keseniannya, aku jawab," Sudah, tuh sudah aku masukkan kotak." Dia pikir cepat amat mengerjakannya. Aku senyum saja, kemudian aku agak ragu juga, " Jangan-jangan aku kurang teliti, soalnya kurang titik saja di anggap "Salah". Apalagi dalam not balok.

Split to :
Mengerjakan soal bahasa Inggris dan kurang "titik". Gara itu nilai dia jeblok.

Cut to:
Benar juga ternyata aku ngga memperhatikan titik-titiknya. Artinya nilai nadanya juga tambah panjang. Pantas yang selesai baru aku, sedangkan kotak sebesar lemari dikunci. Kesokan harinya aku buka kotaknya dan aku lihat sudah lecek. Masuk kelas telat gara-gara belum mengerjakan tugas, aku menghampiri purwoko yang belum juga selesai mengerjakan. Ada kertas sampul coklat, entah untuk apa sampul itu, lalu aku minta. Ternyata dia juga minta dari Arifin yang sudah mengumpulkan tugas, Lalu aku minta sekalian kertas lembaran buku untuk menyelesaikan tugasnya. Setelah dapat kertas dan contekannya lalu aku berdiri di depan kelas, mencari tempat dimana masih ada kursi kosong padahal ruangan nampak lega. Sepertinya sudah tidak ada kursi lagi. Bu guru sudah masuk lagi, ah susah amat mending bangun saja.

Cut to:
Bersama kakak kelas mengerjakan tugas kuliah, akhirnya aku menemuinya di warung. Dari wajahnya ku melihat kesediahnnya, mungkin juga heran kenapa harus di kejar untuk menyelesaikan persoalan hati. Sebenarnya kotak ini kotak lukisan, bukan kotak untuk menaruh tugas kuliah, jadi bear sekali khan.

Cut to:
Setting jalan di kalten tapi kelihatan lebih lebar.
Aku menyeberangkan 2 orang siswi dengan sepeda motor.

After subuh time:
Aku berada di dalam masjid berdiri siap mau sholat, K'Zam nampak mengatur siapa yang akan beridir dekat seorang yang besar badannya itu. Sebab kalau dekat dengan dia, akan dapat bisikan apa tugas kita. Ya karena menerima vibrasi. Tapi di kiri kanan orang besar itu masih nampak kosong, nampaknya pada segan, Lalu orang itu keluar sebentar, menemui teman-teman mereka yang membutuhkan di beranda masjid.

Wednesday, June 29, 2005

feed back email

Location : Damaran
Day/ Day : Selasa - 29/06/05
Time : 06.00-11.30 wib
Story of the beating my of they heart :

Cut to :
Ceritanya kumpul di rumah seorang kawan-kawan alumni SMA kemudian berangkat naik sepeda motor berboncengan. Wajah2 hanya sekilas dan tidak begitu jelas sambil mendengarkan musik jazz. Ada Nursyam, tejo, dll.

Cut to :
Di sebuah Stasiun mirip St.Senen tapi lebih mewah nampak seorang berpakaian seperti dinas perhubugan tapi warna hitam lengkap dengan topinya sedang beli tiket bersama seorang wanita cantik yang berseragam sama. Sebentar lelaki itu tersenyum padaku kemudian beli tiket. Saat beli tiket di loket si wanita membersihkan pantat si lelaki itu, sepertinya memang ingin menunjukkan keakraban mereka atau "ngiming-imingi". Laki-laki itu mirip Agus Suprapto teman SMP-ku yang suka di panggil Rambo.

Comment : pada baca emailku yaaa ?

Cut to:
Aku duduk-duduk di sebuah kamar tamu, di depanku ada Nursyam tapi aku asyik melihat pertunjukkan fashion show melalui sebuah HP dengan Tika. Aku heran kirain ngga bisa buat nonton siaran TV, habis LCD nya tersembunyi. Kadang gambarnya jadi hilang sekejap lalu aku panik, kemudian aku ketok-ketok, eh keluar lagi. Begitu asyiknya melihat fashion show sampai ngga tahu tangan kiriku menyentuh dagunya yang lembut, rupanya dia juga menikmatinya hehe, Lho kok kostumnya berubah jadi merah seperti bunga mawar. Untung masih ada teman-teman di depanku, coba kalau hanya berduaan, mana tahaaaaaan ???

Cut to:
Ceritanya kami balik bareng ke Jakarta naik kereta jurusan Senen, " Pas di sebuah stasiun aku kebelet pipis, kemudian aku turun buat nyari toilet, tas aku bawa turun satu tas yang berisi ijazah dan dompet. Aku bawa 2 tas ransel, satu berisi dompet sama ijazah. Yang satunya berisi pakaian dan buku. Kejadian berlangsung cepat, aku turun lari dan mencari toilet, " bejibun amat toiletnya" mungkinkah ini LN ? tapi kok kecil-kecil ? Aku tinggal tasku di luar. Eh teman-teman pada ikutan turun juga padahal belum sampai stasiun terakhir. Selain kereta kami ada 2 kereta lagi yang mau lewat sehinga tunggu menunggu menunggu siapa yang harus lewat duluan, aku jalankan saja kereta itu dan baku lihat bagaimana jalannya kereta ketika di persilangan antar rel, ternyata bisa "ngepot" juga hehe.

Comment : pada baca diary-ku yaaa ?

Cut to:
Aku baru ingat bahwa tas ku masih di kereta satu, aku panik juga akhirnya. Untung tas yang hanya berisi pakaian. Kami kemudian berjalan melanjutkan perjalanan menyusuri rel, kiri kanan cuma tumbuhan liar, sampailah aku di sebuah pertigaan rel, kami harus tanya supaya tidak tersesat. Kebetulan ada beberapa anak kecil yang baru main-main gundu di pinggir desa. Salah seorang anak menjelaskan sambil menggembarkan,jadi ada 2 buah belokan yang harus kami lalui. Setiap belokan itu kami harus minta ijin pada seseorang " yang ia sebut dengan dayang-dayang. Namanya aneh dan sulit diingat, nama-ama kuno begitulah. angle kamera dari bawah : kami berjalan sambil menyanyikan lagu..lagu berubah jadi "tombo ati" Tika masih fasih melagukannya.

Tiba-tiba ada swara kencang : satujuta tujuhratus limapuluh ribu !!! Entah apa maksudnya.

Snopshot : sebuah sampul buku. Header : nama artis jiran dan main page : tulisan china. Dengan tanganku aku coba hapus penglihatanku.


Cut to:
Sampailah kami di stasiun, aku masih resah saja dengan tasku. Kenapa aku ngga langsung sadar bahwa itu hanya mimpi ? Itulah kekuranganku : di mimpipun aku selalu mencari solusi jika di beri soal. Kali ini ada yang menenangkan.
Voice over : "Tenang saja nanti khan di umumkan" Eh benar langsung muncul draft isi nama yang ketinggalan barangnya, ada 3 orang. " ah ono koncone !" ( ternyata yang teledor bukan Cuma aku " tambah tenang lagi aku. Dari mana tahu namaku yah.

Comment : Aku rupanya di kerjain ! "

Hari ini kebetulan sepupuku dari Kalsel baru pada nginep di rumah, tapi aku yakin bukan mereka yang ngerjain. Seharian ini aku memang tidak mau mendengarkan swara hati, tapi juga tak hendak baca buku. Terpaksa aku memlesetkan terus swara hati yang sepatah dua patah kata itu atau memarahi. Apakah aku harus bacakan mereka puisi-puisi tiap hari supaya hati mereka tenang ?

Simaklah puisi Bapak mertuanya om aku dari Banjarbaru heheh..

berjudul PETAKA !

Petaka apa yang bisa di hindari bila bara memaparkan rupa keraksasaan rahwana meruyak negeri limbah sejarah. Bukankah semburat dendam kita sebuah Alengka.
Panas setengah abad lebur oleh hujan taring sehari. Lengkaplah sudah kerimbunan taring-taring matahari, kembang bangkai malam, lantaran shinta dalam api rahwana kebenaran hakiki memperanakkan beratus macan beratus beruang serigala baratus ular berbisa.

Dan petir dalam lidahnya mampu menuai api mendamak rakit para ksatria jadi daki
Buhul macam apa di bumikan jika nilai-nilai adalah buah anggur sakti pemutar balikkan akar-akar sejati. Kalau kematian kita jadi seorang wibisana, kalau dendam kita jadi sebuah Alengka. : pun rahwana enggan berubah rupa.

SOUND OF MUDIK

Fajar menyingsing di langit Jogja ketika aku masih terlelap dalam genggaman sang malam di atas kereta senja utama. Tidak banyak yang aku lihat pagi ini, hanya sekali dan itu sangat jelas, gambar salah seorang anggota AB3 melintas beberapa detik di batas bawah sadarku memakai daster putih bergelombang-gelombang kecil.

Akhirnya keretaku memasuki kota Klaten, kota kelahiranku, kota seribu kenangan, kulihat kiri kanan masih sawah menghijau dan kebun yang menanam pohon nostalgi seolah bertutur kata tentang pergulatan nasib para petani. Kebun berjuntai mimpi yang kuandaikan sebagai perjalanan jiwa kanak-anakku hingga dewasa kini. Bangunan-bangunan kecil detak jam dinding kota yang menuliskan biografi catatan percintaan kaum remajanya.


Kerinduan menjelma sebagai sebuah angan saat kubuka pintu kamar ponakanku dan hanya boneka kecil mainan sejak jabang bayinya yang ke dapati. Bagi seorang bocah kecil Prabu Yasya nama indahnya. Bocah kecil yang besar jiwanya yang selalu ingin mendamaikan ibu dengan lingkungannya, swara kemanjaannya yang tiba-tiba bisa meluluhkan hatiku, di dapat dari mana loghat bahasa itu ? Pantas nian tak lepas dari pelukan dan tatapan matahati ibundanya, seolah seluruh rasa duka di alihkan kepadanya. Sementara itu Bapaknya mencari nafkah di ibukota, entah sekarang dimana. Tak mengurangi harga diriku jika aku minta maaf dan menyanjung jiwanya.

Dia yang sanggup menggembirakanku. walau hanya menirukan bisikan hatiku. Membawaku ke dalam lembah kerinduan, mengalahkan sunyinya kota kecilku dan bunyi gemersik dedaunan kering dalam tarian imajinasi menuliskan kata-kata airmata matahari.

Klaten, 28 Juni 2005

Monday, June 27, 2005

di ajarin atau ngajarin ?

Location : falatehan
date/day : Senin 27/06/05
story of my dream :

Di ajarin nursyam mengerjakan soal IPS multiple choice, karena aku sudah pernah mengerjakan, ya aku langsung bisa tidak perlu mikir lagi hihi...

Friday, June 24, 2005

Acara TV

Dear Blogger
Jum'at malam ini Bulikku menonton acara film lepas RCTI. Kalau sudah malam channel TV sudah di tangan tuan rumah, kita yang kebetulan menumpang di situ ikut sajalah. Aku kebetulan lagi ngetik di dalam kamar. Entah siapa yang membisikkan ke telingaku hatiku, tiba-tiba aku buka pintukamar dan melongok dari dalam kamar memastikan acara apa sekarang di TV itu. Begitu ada TS dan LP aku bernajak ke luar kamar dan ikut menonton. Film itu mengingatkan banyak hal. Apalagi kalau bukan karena mereka pernah mencitra dalam ruang batinku.

Film yang gambarnya cukup apik itu mengingatkan aku pada banyak hal. Judulnya saja sudah mengingatkan diriku pada seorang teman yang berada di nun jauh di sana.
Katanya bulan ini mau pulang ke indon, setelah menyelesaikan kuliahnya. Lihat tokoh bapaknya mengingatkan pada potret diriku yang pernah ku pasang di FS.
Mungkin kalau sudah tua nanti wajahku seperti itu hehe...Seminggu yang lalu di sebuah RM aku bersama Nursyam berkata," Waktu di PTFI dulu aku selalu di suguhi Bir Bintang tapi aku lalu ambil sendiri yang lain. Artinya aku ngga suka minum bir.
Tokoh Ayah di film itu berkata " membaca bencana, memang itulah yang benar, bukan "membawa bencana". Kalau ingin tahu tentang bencana silahkan baca dairy terdahulu. Mungkin lebih tepat "membaca alam" yang tidak berserah diri.
Bengkel yang bangkrut mengingatkanku pada bengkel sepupuku yang bangkrut sebelum aku melihatnya. 2 minggu yang lalu dia melakukan akikahan buat anak pertamanya di rumah nenek. Kalau melihat profesi TS mengingatkan diriku pada email seorang teman kuliahku yang sekarang menuntut ilmu di Polandia.

Melihat LP mengingatkan diriku ketika di Jogja dulu dan sindir-sindirannya di TV. Melihat tokoh Jarwo ingat saudaranya simbahku yang sudah tiada. Pesan terakhirnya pada Juli mengingatkan diriku," belajar bernafas "
pada kata-kataku sendiri dalam hati pada mereka yang dengar supaya menikmati sensasi keluar masuknya udara dari hidung daripada mencari swara hati atau membakar diri. Oh ya hampir lupa, hari selasa yang lalu aku agak sedikit marah dengan salah satu bos yang gaptek banget dengan komputer. Mau membakar VCD tapi ngga ada Nero Burn-nya lalu aku meminta dia untuk meminjam pada anak buahnya, rupanya dia salah ngomong jadi anak buahnya yang jago IT itu tidak tanggap, eh dia tanya lagi, mungkin telinganya sudah tidak beres, " Nero,Nero,Nero !!". Rupanya di rumah dia hanya pakai Pentium satu.

Walhasil hari itu kita tidak jadi membakar CD gara-gara softwarenya ketinggalan di rumah. Nama baqir tidak asing bagi telingaku sebab tiap buka YM dia pasti nongol, direktur ebdesk ini seolah memang tidak tidur. Tentang bencana tsunami di Aceh ? Ya tentu saja ingat mimpi-mimpiku terdahulu. Namanya ilmu "gothak gathik gathuk" mas atau siapa tahu gathuk beneran heheh.

Thursday, June 23, 2005

mimpi panjang banget

Location : Cilebut
Date/ day : 23/06/05 Kamis
Story of my dream :

Time : 05.30 wib
Tidurku diiringi oleh swara radio entah radio apa aku tidak perhatikan. Sampailah pada acara pengajian pagi, beberapa alumni SR hadir.
Dalam hati : untung pas acara ceramah jadi swaranya di dubbbing oleh swara radio itu. Swasana mimpi khusuk, kostum kami putih natural.
Munculah Nik sebagai orang yang di dubbing, sebuah spanduk panjang di bungkus plastik bernuansa merah putih. Kemudian nanang datang untuk merapikan.
daerah-daerah yang menggelembung, anehnya dia malah masuk di dalam plastik itu. Lucu khan, melihat kelucuan itu akupun tidak tertawa sebab Nikk masih ceramah dengan khusuknya.
Sementara itu dari ujung jalan datang seorang bertubuh agak besar, gondrong memakai kostum yang sama denga hiasan lehernya sedikit dan bercelana pendek berdiri menatap kita.
Rupanya si penceramah mengomentari dia, dengan nada-nada bertanya kenapa begitu. Aku jawab saja : "Ya iyalah dia pengikut thariqat."

cut to:
Nah yang ini yang di dubbung ganti, yaitu : Rio ( midle shoot)
Swasana semakin khusuk, dengan wajah-wajah yang sembam.
Kami berdiri rapat dan saling berhadapan, sesekali aku yang berdiri di sampingnya ku tengok wajahnya, hm..putih mirip bule."
Hehe hanya ingin memastikan saja kok. Sedang yang lainnya aku tidak begitu kenal.

cut to:
Bapak di kampung minta mengirim makanan dari fresher untuk nenek. Ibuku sudah duluan aku di minya jemput.
Eh ternyata makanan sudah di bawakan oleh teman-teman SR'92 di bawa ke ruang desain interior ( kok distorsi begini ? )
Lalu aku bawa sisa yang belum di bawa naik keatas. Begitu aku taruh makanannya, ada kotak infak di di dekat makanan itu.
Lagi-lagi minta duit dengan versi agak lembut.

Time : 10.00 wib
Aku duduk-duduk di sebuah warung pinggir jalan dengan anak SR'92 ( dhani, dll )
kemudian pindah ke warung yang terbuat dari kardus. Untuk pasangan suami istri di partisi selebar badan.
Aku lihat nasinya di pegang di tangan kirinya mirip mangkuk. Setelah di suapkan mereka pergi. Aku melongok ke tempat itu, sempit kali.
Ada-ada saja orang seni nih. Aku datang bersama ibuku mengambil tempat yang luas, dan mulai mebuka buku menu.

cut to:
Seorang pria sedang mendekati dengan bahasanya ngalor ngidul yang intinya minta bantuan Rp.400 ribu untuk bayar sewa kamar.

cut to:
Sebuah acara TV yang di hadiri oleh para pasangan seni rupa entah jurusan apa. Wajah-wajah mereka sudah agak berubah. Kecuali Fariz RM.
Int : sebuah ruang pameran interior. Ada beberapa kompi yang di pajang.
Bersama dengan seseorang pria dan mas Fariz. Aku di tawari laptop yang bentuknya mirip perisai LCD nya sebesar A4.
Tapi sayang cahayanya tidak stabil bisa merusak mata. Lalu aku tanya," Mau di lepas berapa mas?" belum di jawab dia sudah menawarkan yang lain yang lebih kecil,
enak untuk mengetik. " Orang seni mah suka yang lebar LCD nya buat melukis khan," seloroh pria di sampingnya.
"Eh laptopnya belum kamu matikan yah ? cepat matikan, menghabiskan listrik ! " katanya. Aku bergegas ke ruang pamer sebelah untuk mematikannya.
Waktu aku cabut tiba-tiba ada yang menegur," Eh jangan di matikan, khan masih di pake oleh mbak itu," kata seorang wanita berbaju putih sambil menunjuk seorang wanita.
Seorang bapak-bapak tua dari daerah datang berkunjung membawa sebuah souvenir buat Fariz RM, dia pun menerima dengan senang hati.

cut to:
Int : swasana ruang ujian SMA 1 Klaten
Aku mencontek dan ketahuan, lalu kertas ulanganku di minta. Melihat swasana hati seperti itu, aku langsung bereaksi, saya jawab pakai kertas lain saja ya Pak. Kemudian muncul Pak Rantiyono dan Pak Nardi.
Putuslah fanaku, di ganti suara Tika ,"Sudah mengarang lagu saja, bisa dapat uang banyak." kata beliau sambil tertawa.

Wednesday, June 22, 2005

Kopaja 63

Location : Di bis kopaja 63 menuju Depok
Date/ day : 22/06/05 Rabu 19.00-22.00 wib
Story of my journey:

Sepanjang jalan aku dengarkan musik Jazz Rock entah dari radio mana. Nampaknya swara sexophone dan perkusi sangat menarik hatiku untuk mengikuti alunannya.
Kantukku semakin dalam seiring musiknya yang semakin meruang. Penumpang bis satu persatu menghilang. Ya, benar-benar seperti di ruang studio dengan 4 speaker kiri kanan depan belakang.

Terkadang aku kaget denga ketukan perkusi yang tiba-tiba dari belakangku. Begitulah kenikmatan yang kurasakan. Nah setelah beberpa saat menikmati dentuman musik.
Munculah insight wajah seorang wanita dengan sehelai kain tipis menutupi sebagian kepalanya menengadah sambil memanjatkan doa puji syukur....siapakah dia ? Rahasia dong..hehe.

Rupanya wanita itu menganggu konsentrasiku, perhatianku kemudian ke bagaimana memperlakukan wanita itu bukan mengikuti alunan musiknya.

mimpi yang dirilis

location: falatehan blok M
date/day : rabu / 22/06/05 06.00
story of my dream :

Seorang wanita setengah tua masuk kamar bawa sapu di ikuti anak kecil melihat diriku yang lagi tidur. Mengingatkanku pada mimpi kemarin.

Sebelum itu aku mimpi dengan nuansa coklat tua dan saling beradu kekuatan untuk memisahkan diri, sama- sama tidak pakai baju, ternyata adikku di kampung. Mungkin kami sudah tidak saling lagi memberi nasihat, bahkan sms pun ngga pernah lagi. Mungkin sudah tidak membutuhkan aku lagi. Dan itu lebih baik buatku. Dari pada mimpi putih tapi ngga bisa diam.

Tuesday, June 21, 2005

Location : Cilebut
Date/ day : 20/06/05 Senin
Story of my dream :
Time : 06.00 wib

Ext : sebuah bazar atau pasar, dimana di situ ada kolam dengan kapal sebesar telapak kaki.
mungkin untuk jalan di atas air hehe...

Nampak ibuku dan seseorang sedang berbelanja. Ada jacky chan yang ikut mengarahkan.
Lho kok ada Asih juga. Ini namanya mimpi yang di rilis.

comment : ternyata besoknya aku buka milis ada nama jacky cen yang baru join di milis dan memperkenalkan diri.

cut to :
Midle close up shot :
Antara pemeran rangga AADC versi film dan versi sinetron di adu kepiawiannya dalam beradegan.
Bisikannya : ada dian sastro di kepalaku.

cut to:
Ext: lapangan parkir.
Romo Dwi dan Adri kawanku di Timika Pos yang sekarang sudah pulang ke Jakarta berbincang-bincang.
Aku bilang aku mau pulang kampung, romo nitip buah "godril"
untuk melempar di acara lempar-lemparan besok saat wisuda.

cut to:
Mataku extreme focus tertuju pada foto-fot lamaku. Sambil tiduran seseorang anak kecil yang kukenal sebagai ningsih muncul darti belakangku menyapa, hm..om masih bujangan
( nah yang yang ini bener, sepertinya Nuaim di Jerman lagi kontak batin : red )

di shalahuddin duren tiga

Dear blogger,

Karena semalem ngga bisa tidur, tadi pagi sekitar jam 08.00-09.00 wib aku sempatkan tidur sejenak di sebuah masjid di sebuah kantor di Jakarta. Baru beberapa menit rebah di karpet aku di bawa entah siapa ke sebuah kamar dimana ada 3 orang lagi duduk santai dan satunya lagi rebah sambil memamerkan perutnya. Rupanya dia S, melihat badannya yang kurus itu terang saja aku melontarkan kata-kata. Eh ngga tahunya aku juga ngga pakai apa-apa, kemudian aku lari sambil menutupi"anu"ku dengan sapu. Segera kesadaranku aku minta lagi, aku khan tidur di masjid, pasti tadi bukan aku, entah siapa tadi. Wallahu a'lam. Begitu sadar aku tidur di masjid, eh ada 2 orang tua yang mau memindahkan aku, terang saja dong aku tersadar yang kedua tapi masih di dimensi lain, aku pura-pura lemes ( emang sebetulya ngga mau di bangunin hehe ..) Lalu salah satu dari mereka berkomentar entah apa ? Pas di angkat tubuhku aku melirik ke kanan, eh ada seorang wanita yang lagi sembahyang, dan seorang anak kecil. Lalu aku tersadar di dimensi realnya. Aku lihat ngga ada siapa-siapa. Buru-buru aku mengambil air wudlu dan sholat dhuha.

Wassalam

Sunday, June 19, 2005

Minggu yang indah

Location : Cilebut
Date/day : Sunday morning 19/06/05
Story of the beating they heart :
Aku berdiri di deretan depan sambil menunggu angkutan.
Hp ku berbunyi lalu aku buka siapa gerangan yang miscall, (in fact : bunyi hp ku tidak seperti itu ) Ternyata yang miscall seorang ce yang duduk di belakangku, menurut indera batinku saat itu dia bule tapi rambutnya hitam, tapi entah mengapa wajahnya tertunduk malu.

cut to :
swasana anak SR'92 ada Rini kecil yang wajahnya "maaf" seperti habis terbakar. berjalan bersama anak SR lainnya mau memberikan binbingan melukis pada si bule tadi.
Kesadaranku kembali di mana aku tidur, hanya swara cekikikan saja aku dengar. Tapi ada yang menyebut kata Abe, nah pada ngegosip nih pasti. AKu bangun tidur seperti ada yang menyentuh bibirku ??? hayooooooo !!!

cut to :
Swasana "gemebyar" warna-warni seperti ada sebuah acara prosesi keagamaan, jelas sekali si M duduk di situ, dia mau belajar melukis, tapi alat-alat lukisnya tertinggal di foster parent-nya. Lalu dia naik sepeda pulang, Ah mending aku susul saja, pakai saja alat-alat lukis punyaku. Eh di tengah jalan berpapasan, lalu kami berhenti. Dia hanya menunduk sambil ngomong kalau rumahnya sudah di gembok, mas Kapten ( tentara pelukis ) itu sudah pergi. Hm...

Saturday, June 18, 2005

Andy Karsono

Location : Cilebut
Date/ day : 18/06/05
Story of my dream :
Extreme close up shot : wajah wanita bule agak gemuk sudah nenek-nenek, I have no idea.

cut to
Andi Karsono jalan naik tangga samping sebuah kantor membawa gulungan kertas.
Tampak samping midle close up shot : Sita

Location : Cilebut
Date/ day : 19/06/05 Minggu
Story of my dream :
Time : 11 00 wib
Ext : lapangan luas di mana ada berkelompok-kelompok orang berkumpul.
duduk- duduk seperti berdiskusi

Aku di gandeng seseorang ditawarin kerja membuat gasper oleh Ghani. hihi
Ada Abe yang sedang ikut audisi acara TV. Bisikannya : Dwi Aji mengkhayal Naim

Thursday, June 16, 2005

OS dengan alumni SR

Location: Falatehan Blok M
date : Kamis 16/06/05 03.30 wib
Story of my dream :

Intensitas cahaya 5 watt.
Di sebuah lapangan luas, seperti stadion. Kami angkatan 92 mempertunjukkan drumband dengan irawati sebagai mayorete. Ada angkatan atas yang hadir di antaranya sebagai tokoh utama MD'91 bersama teman-teman wanita nya. Ada Candil yang tambah 'ndut sekali-kali melontarkan joke agak porno, yang membuat para penonton tertawa. Karena kekurangan anggota drumband, aku yang tadinya nonton di panggung belakang, jadi turun ikut bermain, tapi aku ngga tahu apa kostum aku, sadar kalau tidak pakai apa-apa, aku mencari handukku warna biru langit, yang tertukar dengan siapa. Aku cari di toilet ada beberapa warna biru langit. Ah ambil aja satu.

cut to:
Acara dansa-dansi pun di mulai di sebuah tempat, setiap ganti lagu MD'91 selalu berpasangan dengan anak lugu itu, wajahnya sih mirip tetangga di kampungku ( lho kok tetanggaku pada ikut ?) Sekarang dia sudah punya anak juga.

cut to :
Di sebuah pertemuan entah pengajian atau temu alumni, aku lihat wajah mas dr. hadi supanta datang denga berpakaian jas, tetu saja wajahku langsung sumringah ketemu kawan lama, setelah aku salami tiba-tiba dua orang yang hadir bersama dia salah satunya agak "stress". Sewaktu mau salaman dengan aku di cegah sama yang satunya lalu di bawa pergi, aku terfokus dengan dr. hadi yang langsung cengengesan, "lho kok sama dengan Dwi Aji." kataku. Aji duduk di belakangnya. Walaupun swasana gelap aku masih bisa melihat dengan jelas.

cut to:
Sebuah alat cetak dalam dengan luas plat besi nya seluas aula. Bermain-main di atasnya. Kesadaranku di bawa ke Tembagapura

cut to:
Aku bangun di tempat antah berantah, kakiku di atas tubuh Gani SG, di kelilingi peralatan bengkel.

Wednesday, June 15, 2005

Falatehan - Blok M

Location : Falatehan - Blok M
Date/ day : 14/06/05
Story of my dream :
Duduk di sebuah warung dekat Salman, ada supri ketua pemuda di lampungku, di sebelahnya ada RM mgt'91 Ada seorang yang meminta dengan paksa untuk menyalami seseorang yang tidak aku sukai.
Rasanya memang tidak enak. Aku bilang saja sudah. Dalam hatiku,"Salaman kok di suruh.". Mungkin turun gengsi kalau nyalamin duluan. Kemudain mereka pergi tanpa menegur ke arah ITB, aku lihat RM dan Supri.

Analisa : Aku di must donk,
tentang lokasi : itu persepsiku saat mimpi setelah mendeteksi dengan mata hatiku.
Yang bikin heran kenapa ada RM di situ hehe ???

Location : Falatehan - Blok M
Date/ day : 15/06/05
Story of my dream :
Int: Sebuah ruangan panjang di mana banyak orang sibuk lalu lalang.
Nampak Agung CI, Hadi Global net. Kostum nuansa abu-abu, ada yang pakai rompi abu-abu dengan kaos di dalamnya.
Permainan di mulai, sekilas ada Naim dan Guru, kemudian dia bermain badminton di situ bersama Hadi dan Agung.
Seperti reunian di Bandung.

cut to :
Nuansa orange tua, Antok+Irul + anaknya bermain di pinggir pantai.
Lagi-lagi must donk memberitahu bahwa di situ daerah wingit.
Kemudian dia sms Dian adikknya yang tinggal di Jogja, untuk pulang ke Klaten. ( Memang meloncat-loncat frame-nya. )
Sebuah kantong plastik di ludahi maksudnya untuk mengusir penunggunya ada ludah merah.

Karena ngga tahan joroknya, aku ambilin air aqua lalu aku siramkan. lalu di lemparnya ke sungai. Kenapa aku jadi ikut panik ya ? Padahal cuma mimpi.

Extreme close up shot : Jarum jam yang di
betulkan posisi jarumnya sehingga setiap seperempat jam berbunyi. Ternyata ibuku yang sedang menyetelnya. Maksudnya mungkin setiap seperempat jam sadar dari lamunan bawah sadar.

Falatehan

Location : Falatehan
Date: Selasa 13/06/05 13.29 wib
Story of the beating of the radio:

Mimpi di sebuah kelas di mana ada di situ Husein M'90 sedang mengajar.
Ternyata yang di ajarkan adalah game, aku duduk paling depan. Tiba-tiba seorang wanita Shara CMC memberikan kue puding di taruh di sebuah wadah tempat yang biasanya buat bikin es batu yang di taruh di lemari es. Aku nikmati saja, mbak shara mulai sewot karena aku habiskan semua heheh. Aku pindah ke bangku guru, lalu mereka berpikir : "Oh guru to?". Tapi kenapa game play station yang di ajarkan ? Swara seorang minta TV-nya di depan di kecilkan karena terlalu kencang musiknya. Aku kesulitan untuk mengecilkannya, karena ternyata swara itu berasal dari radio MTV sky yang berada di kamar di mana aku tidur. Lalu aku tarik kabel stick untuk minta tolong pada seseorang untuk mengecilkannya. Karena kabelnya kuat maka jatuhlah TV 21 inchi itu. Hatiku bicara mudah-mudahan tidak pecah. lalu seorang membenahi dan mengagkat TV itu, ternyata tidak pecah, padahal jatuh dari ketinggian 2 meteran. Namanya juga mimpi hehe. Aku bangun dan aku dengar penyiar radionya menyapa nama Shara.

Wassalam

Tuesday, June 14, 2005

Di sebuah rumah yang angker

Location : Klebengan Jogja
Date : Senin - 13/06/05 - 04.00 wib
Story of my dream :

Di sebuah rumah putih besar, di lantai dua aku mencari tempat tidur yang enak, swasana gelap.
Tibalah di sebuah ruangan dimana banyak sarang laba-labanya. Ruang ksosong hanya ada sebuah TV 14 inchi yang nyala tapi gelombangnya nggak pas, lalu aku paskan, ah akhirnya ada lagu juga. Karena gelap ada keinginan hati untuk melihat seluruh ruangan, tapi terus merinding saja ( ngga bisa menerawang ).

cut to :
Ternyata ada Arifin dan purwoko mereka juga cari tempat tidur yang enak, pada mencari tempat tidur yang enak. Kondisi ruangannya berantankan. Jadi tidur seadanya saja, hanya bercelana pendek saja mas manager itu. Arifin memberi tahu itu lho di sana tempat kamu, yang ada TV nya..heheh.

cut to:
Sabtono masih di belakang aku ikut-ikutan saja apa yang aku lakukan. Kebetulan ada Rihan, tapi wajahnya kok agak "maaf" jerawatnya dan ini lebih seksi...hihi

Sunday, June 12, 2005

Minggu pagi

Location : Damaran
Date : 12/06/05 sunday morning till ....
Story of my dream ajah :

Dear blogger,

Di sebuah pendopo dimana berkumpul banyak sekali orang, ada anak-anaknya juga, seperti pengajian,tapi aku malah main-main ama anak kecil itu. Ada seorang wanita gemuk T-shirt hitam di sebelah kananku tapi kurang enak mau nyapa. Akhirnya aku di panggil pulang, nah lo sandalku dimana ya, ingat saja ngga? Setelah putus asa mencari sandal. AKu bangun saja, susah amat.

Cut to;
Aku di boncengkan oleh seorang dengan sepeda warna hitam, di jalan ketemu hendrikus teman SR'92 bersama seorang anak SMA. Kta teman yang boncengin aku, dia waktu memilih pacar juga bertanya pada paranornal...hehe

cut to :
Teman kost aku di sangkuriang pada kumpul dan giliran didik sutardi mentraktir, padahal saat itu bulan puasa. Kami berpencar jadi dua kelompok, aku yang menuju ke warung. In fact : aku ngga pernah batal puasa saat itu. Nunggu buka sajalah.

cut to;
Swara wanita centil mengganggu telinga hatiku, rasa hatiku untuk melihatnya.
Masih bersama teman kost angkuriang, aku balikkan badanku dan terlihatlah wanita berparas OK dengan baju hitam ala seperti mau kondangan. Dari logatnya bahasanya malaysia, menawarkan untuk main ke rumahnya. Tapi kok agak sedikit mengejek ya, gaya jalannya "maaf" sepeti bebek. Au ah !! Kemudian dia naik mobil chevy di depan bersama ke empat teman2nya.

Wassalam

Saturday, June 11, 2005

Location : Damaran
Date/ time : Sabtu - 11/06/05 -11.57 wib
Story of the beating my of they heart :

Int : Sebuah rumah dengan intensitas cahaya : 100 watt
Aku ambil sebuah mikropon yang di taruh pepi dan aku pasang di cagaknya, kami satu persatu mengucapkan perpisahan, setiap orang memberikan sumbangan. Nampak pada malu-malu begitu. Aku memberikan sumbangan buku.

Cut to:
Wajah-wajah sepupuku dengan seragam SMP nampak saling menggoda, saat aku mandi ada yang mengintip. Wanita itu lihat aku tidak malu malah mengejek..hehe. Interior kembali ke jaman baheula, tempat wudhu jaman dulu ketika belum di renovasi, kok pada sholat di sini yah ? Sedangkan aku sudah mau pipis, eh malah mipisin bak tempat wudhunya. in fact : aku ngga pernah senakal itu dulu. Untung aku sudah terbiasa di fitnah seperti itu, jadi tidak merasa berdosa lagi.

Cut to :
Ext : lapangan luas intensitas cahaya : 30 watt
Waktu sholat tiba beberapa alumni SR-ITB berada di situ dengan pakaian sembahyang, kami berjauhan karea datang dari pintu-pintu yang berbeda, ada seorang yang badannya gemuk sekali masih kecil nampak main-main.
Thoriq yang nampak menunggu waktu sholat langsung mengambil sajadah lalu di gelar di tengah seolah menyilahkan siapa yang bertindak sebagai imam. Tapi pada masih main-main saja. Sepertinya dia tidak sabar. Aku ambil mikropon dan aku sapa dia, tapi kok nampak serius begitu, tidak tersenyum sepertinya memang igin sholat dan cepat balik ke tempat kerja.

nuansa kulit mengkilat

Location : Damaran
Date/ time : Jum'at - 10/06/05 -07.00 wib
Story of the beating my of they heart :
Costum : nuansa kulit mengkilat.

Dear blogger,

Aku tidur-tiduran di sebuah tempat antah berantah, eh ada Hery M di samping. Rupanya dia mau pergi. "Nebeng dong sampai depan," kataku. "Ah ngga jadi ah", katanya. Bikin BT aja, tapi dia sebenarnya hanya main-mainin. Lalu dia keluar memanggil sopirnya. Dia bilang ada yang mau nebeng satu orang. Rasa hati ku sudah ngga enak saja.

Cut to:
Berada di sebuah gedung bertingkat, ada 2 tumpuk koper tas kecil warna hitam yang belum di tutup resletingnya. Seorang mengajak aku segera berangkat. Selintas Iwan kawan se kost di Sangkuriang. Keluar dari ruang dan mengeluh tentang tugas skripsi yang sulit. "Wah susahe mas, standar deviasinya".

Cut to:
Aku tiba-tiba terbawa kata-kata Iwan dan mulai mereview masa laluku. Aku juga siap menghadapi sidang akhir di Unpad. Aku turun ke bawah sambil membayangkan kejadian lalu. Tapi aku heran kenapa aku pakai sergama PEMDA ? Apakah ada sekarang peraturannya harus pakai seragam seperti ini kalau sidang skripsi ? Pasti lagi di khayal. Akhirnya ada sedikit ketakutan juga kalau sampai di buat-buat lagi, jadi seolah merubah sejarah hidupku di lembaran jiwaku. Mending merubah lebih bagus, kalau sebaliknya bikin sedih saja. Tapi biarlah dulu aku akan ikuti gelombang hatinya, nanti sampai kulminasi baru kita bentak-bentak hehe…Akhirnya aku bertemu dengan wajah-wajah Inesh, Ono, Lili, dan ada satu alumni SR-Nikk. "Wah terkontaminasi gelombang lain nih,"pikirku. Inesh ternyata juga belum lulus tinggal beberapa mata kuliah lagi. Mungkin aku jarang ketemu mereka jadi aku di kira ngga pernah bimbingan. Seseorang memperlihatkan sesuatu berupa karya yang hampir jadi tinggal di edit saja pakai video editor. Gambarnya abstrak lumayan bagus warna-warninya. Aku sempat berpikir apakah dia melanjutkan sekolah S2 psikologi. Extreme close up : DM mgt' 93 senyum sumringah dengan make up agak menor

analisa : Aswin memang sekarang jadi pegawai pemda bandung.

Cut to:
Seseorang yang mengira-ngira kapan nikahnya ? In fact : aku masih bujangan.
Tiba-tiba Ivan Gunawan nyeplos: Nikahnya di London, bla..bla..bla

Back to:
Lalu aku arahkan ke wajah Inesh lagi kamera hatiku. Dia nampak ramah dalam hati. Dalam sekejap aku melihat hasil pengumuman sidang. Yang kelihatan lulus di cheklist, aku termasuk satu-satunya orang yang pernah bimbingan di situ jadi ngga luluslah aku. Aku coba menahan diri tidak marah-marah dulu. Aku balik dan aku hapus namaku. Dalam hatiku,"Ngapain memikirkan seperti ini, lha wong aku sudah lulus, kok." Biasanya aku langsung bicara "Aku khan udah lulus " Yah mungkin yang mengkhayal aku dulu ngga lulus kali, kasihan juga...heheh

Wassalam.

Thursday, June 09, 2005

swasana job site + thoriq

Location : Klebengan - Jogja
Date/ time : Rabu - 08/06/05 – between 06.00 – 09.30 wib
Story of the beating my of they heart :

Swasana agak gelap, Nikk tiba-tiba memanggil kami yang lagi nyantai di barrack. (In fact: semalam aku barusan miscall DIP).
Di daerah antah berantah yang luas dan ada batu-batuan aku berjalan dengan seseorang, nampak Hilman di situ. Seperti di Grasberg deh. Tiba-tiba aku tertarik dengan sebuah batu,”Wah ini bisa di pakai untuk lithography nih,” pikirku. Eh, begitu berpikir sudah menjadi alat cetak yang usang dari batu yang di buang entah oleh siapa. Aku ambil lalu aku perbaiki bentuknya dengan pikiran juga. “ Jadi kalau lo cuti, nyetak ya ?” kata seseorang. “Irit amat”. In fact : Hilman kalau cuti keliling Jawa dan aku ngga pernah nyetak. Kok mirip si MD itu kalau pulang bandung nyetak hehe. “ Tempatmu tuh di Jakarta,” kata Pepi. sorry I just go by flow.

Cut to:
Di mobil bersama Nursyam aku meluncur ke arah jl.pemuda pertigaan Ki Nartosabdo Damaran. Rupanya Sabtono ( temanku sejak SD ) setia mendengarkan. Aku anggap saja sebagai murid di hatiku.

Back to :
Swasana gunung tandus, aku bersama Mas Ipung salik dan beberapa rekan naik Jeep CJ 7 yang di cat orange tua menelusuri pegunungan itu, karena tempatnya penuh terpaksa aku bergelayutan dengan seseorang. Di tengah jalan visualisasi berubah aku seperti naik pedti di mana burung poksai kecil yang menariknya. Lama sekali, aku menjalankannya, kasihan juga burungnya kecapaian. Kebayang khan lama-lama burungnya masuk kolong mobil dan ketinggaan di bawah. Sekarang sudah seperti dokar beneran, aku memeragakan bagaimana cara mengendarai dari belakang seperti yang sering kulihat di kampung nenekku dulu. Yaitu duduk di jok belakang, iya berarti ngga ada penupangnya.

Back to Papua:
Di sebuah terowongan yang luas di mana ada kendaraan gedhe yang mengangkut konsentrat, aku dan Hilman naik motor di situ. Swasana hati tidak seperti dulu ketika di alam real sebab sekarang lebih luas. Kita berpisah di persimpangan jalan.

Cut to :
Di sebuah ruangan sebuah kantor, swasana gegap gempita. Banyak wjah-wajah sipit dan bening di situ. Lari kesana kemari berkelompok. Para wanita berpakaian serba putih, agak terbuka, atau lebih tepatnya transparan jubahnya sampai kelihatan dalamannya hehe…tuh pada pakai celana sepak bola, kelihatan warnanya merah bergaris putih hihi. Dasar anak SR rupanya pada lagi ada acara. Ada sebagian yang pakai seragam SMP. Lari kesana kemari kalau mau di potret. Aku jeprat jepret saja ke sana kemari bersama seseorang di sampingku. Ngga tahu siapa dia, lha wong lagi invisible mode. “Tuh banyak yang cantik-cantik,”katanya. Baru kali ini aku mimpi banyak yang bening. Sayang mereka lari-lari jadi ngga fokus penglihatan batinku. “Potret dong,”kata seseorang. Asyik, sekarang pada mau berpose, kesempatan untuk mengidentifikasi, kayak cyborg saja yah hehe. Setelah aku amati dan lihat senyumanya memang tidak ada yang aku kenal, angakatan atas kali ye. Mak jegagig !! Thoriq ’91 muncul seketika dengan seragam SMP nya dengan bangga dia sedakep dan siap di foto, seperti biasa dia ambil tempat ang lebih tinggi. Tapi kok ngga lihat ke mari ya ? “ Tuh di dalam kamar ada yang OK,” kata temanku. Setelah aku intip benar juga hehe, hanya 4 orang sempit lagi ruangannya, ereka berseragam putih bak suster tapi ngga di kancingkan bajunya. Aku lalu masuk dengan agak memaksa, dasar cuek. Temanku dengan HP Nokia-nya minta di potretkan seseorang. Dengan semangat aku jeprat-jepret berkali-kali. Lalu aku tunjukin, eh pada ketawa di belakang aku. Ah biarlah, giliran dengan kameraku. Sepertinya mereka terganggu juga di foto. Setelah itu aku tunjukin pada temanku. “Nah yang kok bagus? Kataknya. “ Pakai Nikoooooooon.” Kataku.
Kemudian aku dan temanku pindah tempat mencari sasaran, swasana masih gegap gempita. Akhirnya aku menuju sebuah saung di mana ada yang sipit juga di situ, tapi cowok. “Mau di foto mas?”kataku. Nampak tersenyum saja dia, mak bedunduk ada cowok gedhe berpakaian wanita “ ngesuk-suk ( ndesek-desak ) ingin di foto. Setelah jeprat jepret aku menuju sebuah tempat dimana ada angkatan 92 pada baris, rupanya pada di OS. Nampak wajahnya bersih-bersih, Cuma pakaiannya saja yang aneh-aneh. Mami Ria kok wajahnya ada hitam-hitamnya sedikit. Mengapa gerangan ?

Wednesday, June 08, 2005

SR'92 dan cerita Gasper

Location : Damaran
Date/ time : Selasa - 07/06/05 – esuk uthuk2
Story of the beating my of they heart :

Bersama alumni SR’92 sekelebat ada Ira khen, Riri, Pepi, dudk-duduk.tapi settingnya di SMA. Aku melintas dengan pakaian apa adanya seperti keseharian.
Tiba- tiba aku mau cari toilet, eh ketemu Naim, di dalam toilet ada seorang anak kecil lagi mencuci.

Cut to:
Di sebuah tempat antah berantah luas sekali, aku lihat memenuhi cakrawala masjid putih besar sekali. Lalu aku datangi untuk memastikan apakah itu hanya fatamorgana atau beneran. Ternyata setelah dekat ada seorang yang sengaja memantulkannya ke langit seperti sebuah hologram melalui alat dengan display.
Sekilas adikku Ari ada di situ.

Time : 11.45 wib
Ext : daerah bandung.
Aku berada di sebuah rumah seorang pemulung. Dengan sepedanya hasil pulungannya dia bekerja. Setiap hari sepedanya berubah, karena di jual setelah di modifikasi. Aku beli sepeda hasil pulunganya itu walaupun bentuknya tidak “mbejaji” hihi. Di belakang aku ada seorang, entah dari mana dia datangnya. Tiba-tiba bonceng di belakang, seorang berseragam SMP, dia berkata bahwa gasper aku ketinggalan dan di temukan orang di sana. Aku ngga habis pikir, sebab selama ini aku ngga pernah pakai gasper kalau keluar kota. Aku cuekin saja, tapi anak itu di telepon lagi oleh si penemu itu untuk menebus. Sepertinya perasaanku di tarik-tarik saja. Kalau di pikir berapa sih harga sebuah gasper. Aku sempat berpikir kaau ini sebuah pemerasan akan aku panggil ( dengan membayangkannya saja ) Aswin untuk menangani. Aku bayangkan dia pakai motor gedhe putih seperti layaknya polisi datang membawa "kecrek" dan menangkap orang itu hehe…Lalu kami berdua menepi sebentar dan duduk di sebuah taman, depan LBIP. Anak itu menanyakan bagaimana sikap aku jika dalam keadaan seperti ini. Aku bilangin sebaiknya ngga usah di gubris saja, orang ingat saja tidak kok. Lalu anak itu berkata lagi,”Kalau begitu ibadahmu belum betul”. Wa lha ini bikin ngga suka, jadi panjang nanti perdebatannya. Cuman tujuannya sudah jelas sekali di depan mataku, yaitu minta uang. Aku kasih tahu bahwa 3 tahun aku nganggur, masih saja mereka menganggap gajiku 5 juta. Tapi aku ngga pernah mengeluh dalam hati…lebih banyak bercandanya. Tapi ngga tega juga melihat wajah memelas anak itu, aku keluarkan 5 ribuan, lalu aku tambah lagi 5 ribuan lagi. Untuk menetralisir hati yang kesal, aku hibur diri,”Ah ini juga aku anggap ambil dari bunga bank”. Eh begitu ada aku mengeluarkan uang dua orang “njedhul” dengan tidak di nyana-nyana entah dari mana dia. Dia bilang dapat nomor HP dari buku alamat kecil ini. Sambil menunjukkan buku hitam yang hanya seukuran 5x3 cm bertuliskan emas itu orang itu berkata,” Aku sudah menghubungi alamat yang tertera di buku itu bahwa Amir itu adalah kamu.” Hati batinku bertanya kenapa dia tidak menunjukkan gaspernya ya ? Aku sudah merasa tertipu dan ini pemerasan. Hampir aku marah mendengar ocehan orang itu. Untung ocehannya berirama dan hatiku cenderung mengikuti irama lagu itu. Ternyata lagunya west life yang berjudul Flying without wings. Aku bangun dan menyayikan lagu itu dalam hati, rupanya sudah waktunya sholat dzuhur.

Analisa :
Hari esoknya aku berpikir kenapa tidak aku cari ya gasperku. Eh ternyata betul hilang satu, bingunglah aku, setelah aku tanyakan Bapakku ternyata memang benar gasperku mau di minta ponakanku yang masih 2 ½ tahun itu. Setelah aku cari memang ada di kamarnya. Tadinya mau di bawa ke rumah neneknya di Kudus tapi ngg boleh oleh ibuku. Sekarang dia sudah di Kudus. Kenapa aku ngga “ngeh” ya, ketika kemarin nelepon heheh.

Monday, June 06, 2005

satu jari memijit tubuhku.

Location : Damaran
Date/ time : Senin - 06/06/05 - 01.40 wib
Story of the beating of they heart :

Mulai dari seorang mijitin dahiku dari kiri ke kanan.
Setelah fana aku berada di depan rumah dengan tetangga. Begitu lihat orangnya pasti aku melihat kenangan masa lalu. Tapi aku cegah, pasti ini mau prospek lagi, aku balik ke kesadaan semula di tempat tidur sambil merasakan pijitan satu jari tangan yang tidak kelihatan. Hm..mulai dari atas, lalu turun sampai hampir ke daerah terlarang, tapi kemudian dengan kekuatan pikiran hatiku berusaha aku cegah, aku alihkan ke yang lain, maksudnya jangan sampai menyentuh tubuhku hnya mengelilingi saja. Tapi kayaknya ngga berhasil, jari itu masih memijit tubuhku, “Kenapa ngga aku tangkap saja ya,” gumamku eit eit eit.. langsung aku pegang tangan itu.. “Nah ke tangkap lo”, Entah tangan siapa aku ngga tahu hehe…habis geli sih. Terus tidurlah aku bersamaan dengan lepasnya jari itu dari tanganku. Baru tidur-tidur ayam ada yang menyentuh aku lagi. Aku lihat di atas langit-langit ada lampu nyala hidup nyala hidup. Jika aku menggunakan pikiranku untuk meidentifikasi sesuatu maka lampu nyala dan sebaliknya. Tenyata tangan itu di balut kain perban dan milik Yusmanto tetangga depan. Kemudian dari dlam rumah nongol kepala kakaknya Agus, aku pikir kok bias begini sih? Sambil bergegasa pergi berkata,”Bukankah kamu yang pertama ketemu diri? “Ya bulan april tahun 2001 yang lalu.” Kataku.

Cut to :
Aku menangkap seorang yang kepalanya di bungkus tas kresek putih berbentuk bulat seperti bola. Tapi tangannya seperti pelepah pisang. Lalu aku tangkap dia supaya menunjukkan jati dirinya. Karena tidak kemudian aku puntir tangannya, lho kok pelepah beneran. Berbarengan dengan peristiwa itu aku dengar suara dari rumah Tomi. Seorang bicara bahwa dia akan memecat wanita itu, mendengar swara itu aku begegas ke sana. Dan aku lihat Temanku Sabtono dan wanita itu bergegas pulang dan masuk ke rumah masing-masing. Aku panggil dan aku jelaskan bahwa bhwa aku tadi menemui sosok seperti manusia di depan rumahku.Kemudian mereka bermunculan dengan kostum resmi. Seperti mau kondangan hehe.

Cut to:
Keadaan genting aku bersama teman SMP aku, Andi, Agung, dll, mirip sebuah penyelamatan seorang dari incaran yang berwajib. Seperti di film-film saja.Ternyata kita main bola lagi.

Cut to:
Di sebuah rumah tempat antah berantah, aku bersama seorang anak kecil yang sedang buang air besar di mana-mana. Mungkin belum berani ke WC, terpaksa aku mengawalnya.Untung indera pnciumanku ngga aktif, tapi ngelihat bentuknya yang coklat tua itu sudah jijay yerk…!!!

Cut to:
Ari adikku di sbeuah gedung yang belum jadi, minta di alungkan sebuah cutter warna hijau muda, seingatku tadi cutter itu aku kasihkan ibu untuk di buang.

Sunday, June 05, 2005

Antara Klaten dan Jakarta

Location : Antara Jakarta - Klaten
Date/ time : Minggu 05/06/05 03.40 wib
Story of the beating my of they heart :

Sebuah kamar-kamar kecil dengan penghuninya baru masuk kamar dan mencantelkan pakaiannya masing-masing di kamar, sambil bergumam,” coba cowok tadi kamu ladenin”. Ternyata aku lagi melihat sebuah film TV dalam mimpi itu. Kemudian beberapa aktor yang aku kenal muncul diantaranya P dan G, seolah aku jadi kameramennya, tapi kok nada-nadanya menghina, ada” kata-katanya “Bego lu”.
Dengan perspektif pengambilan gambar : mata katak.

Cut to:
Aku berada dalam mobil kecil warna merah bersama Jatikusumo kwan SMA-ku, dia menjemput pacarnya ( sekarang sudah istrinya ) sampailah kami di depan sebuah rumah,”Jat pinjem mobilnya sebentar yah.” Kataku. “Kenapa ngga dari tadi?, ya udah pakai mobil ini saja, ini mobil pacarku. Aku nginep sehari semalam saja. Aku sih naik sepeda. Hati aku tersenyum saja, pasti dia baca blogger-ku. Aku langsung membanting setir. Tapi dalam sekejap aku mencium bau kemenyan, seperti kesadaranku di bawa ke Bali. Di depan ada seorang wanita stengah tua dengan anaknya yang berwujud hm...bukan manusia, entah apa namanya, tapi memang di benakku ada yang bisik-bisik “Barong” warnanya merah tanah dengan kepala panjang. Sontak aku bangun dong. Ngapain lama-lama hehe…..kemudian aku inat ama bule itu.

Keponakanku kemana ?

KERINDUAN

Saat yang mebuatku sungguh bahagia campur haru adalah saat-saat keponakanku-Aca, tiba-tiba melompat di dadaku dan sambil terbata-bata berkata,"Ikut Pak dhe..ikut Pak Dhe, ibu nakal huuuu..huuuu...
Kemudian ku cium pipinya yang tembem dengan rasa sayang dari dalam. Teranglah ibunya cemburu," Tuh keponakanmu ngga mau minum obat, gara-gara kamu sih, padahala dulu mau." Dalam hatiku,"Lha iyalah, lha wong di rudoparipekso begitu."
Lalu aku minta obat itu, lalu aku tawarkan ke Aca, ia pun menganggukkan kepalanya. Haa..em. ! Aku yang bujangan begini gitu lho ! Ternyata bisa membuat anak senang. Apalagi ibunya jutek ke aku dan sering merasa terusir dari anaknya jika
ada aku. Suatu ketika dia tertarik pada komputer di kamarku. Dari pintu kamar dia menyembulkan kepalanya. Sekali-kali menoleh ke arah ibunya yang selalu menguntitnya, seolah ada perasaan takut kalau di marahi.
Kasihan aku melihat perasaan takutnya, apakah ada sesuatu yang terjadi sepeninggalku selama ini, padahal dulu dia sering masuk tanpa permisi dan mengobrak abrik isi kamarku juga aku ngga pernah marah.
Mungkin ibunya yang memarahi dia kali, kasihan amat anak ngga tahu apa-apa di marahi. Aku lambaikan tanganku," Ayo kesini, Pak dhe ajarain main game !," Lalu dengan senangnya dia meloncat di atas pangkuanku. Eh ibunya ikut masuk kamar diam-diam.
Ya di usirlah dia sama Aca, " Ibu pergi...pergi..puergii !!" Dia rupanya keberadaaan ibunya tidak membuat dia terganggu. Lalu aku aku ajarin menggerak-gerakkan mouse, sekali dua kali, lalu pindah jari jemarinya yang mungil itu ke kibor. Mulailah kiborku jadi ketipung
di pukul-pukul ama dia. Tapi aku biarkan saja namanya juga anak kecil. Melihat Aca bahagia saja aku sudah bahagia. Setelah 10 menit kemudian akhirnya aku teringat sama ibunya, ngambek kemana ya dia ? Eh Aca ikut lalu meloncat dari pangkuanku lalu mencariu ibunya sambil menangis.
Menyesal juga aku tadi,mengapa harus ingat ibunya padahal sedang asyik main game dia. Rupanya Aca melihat hatiku terus, pantas dia senang sama aku, sampai ketika aku menutu matapun dia masih saja bermain-main di kepalaku. Kadang dia tiba-tiba menangis kencang tanpa sebab jika memandang ibunya
yang diam saja. Maklum lah cemburuan sih. Tidak mau mengakui ketulusan Pak dhe-nya. Peristiwa itu terjadi beberapa bulan yang lalu ketika dia masih berumur 2 1/2 tahunan.
Sekarang aku pulang kampung, keadaan rumah sudah berubah, tembok-tembok sudah bersih dari coretan Aca, mainan yang berserakan sudah tidak ada lagi, semua tertata rapi, kasur di kamarnya sudah di taikkan. Nampak sepi tidak ada swara canda tawa Aca lagi, atau swara pintu kamar yang di pukul-pukul lagi.
Lagu-lagu Peterpan dan film Spiderman tidak pernah kudengar dan kulihat lagi. Itulah lagu dan film kesukaan Aca. Biasanya kalau nonton film Spiderman ibunya sering jadi sasaran pukulan bukan aku, khan sayang pak dhe. hehe... Ingat masa-masa itu sering membuatku terharu dan menyunggingkan senyuman kecil.
Aku berbaring melihat ke langit-langit sambil bergumam sedang apa Aca di rumah neneknya. Mending nonton DVD aja ah.

Saturday, June 04, 2005

SMART seru

Location : Cilebut
Date/ time : Sabtu - 04/06/05 - 01.40 wib
Story of the beating my of they heart :
Aku tidur sambil mendengarkan radio SMART FM yang lagi membahas tentang warga Ausie yang di ganjar hukuman 20 tahun karena kasus psikotropika.

Split to:
Aku berada di sebuah gedung besar di mana terdapat pertunjukkan teater, sepertinya suara musiknya dari radio di sebelah aku di selingi ketawa-ketiwi di sela-sela pembicaraannya. Kostum merek T-shirt hitam. Aku nampak girang sekali di skali agak sedikit sempoyongan juga. Kemudian begitu lagu selesai, aku datangi kerumunan itu. Salah satu dari mereka melihatku terkejut setengah takut sambil berkata,” Kamu datang dari mana ?” Senang sekali aku bisa di lihat mereka, kemudian aku balik ke teman-teman, kau lihat banyak sepeda balap di tumpuk di situ warna merah. Tiba-tiba seorang bercerita tentang seorang yang dapat bisikan waktu sujud, ( skilas body shot : jama’ah sedang sujud dengan tranparansi 50%) Seorang dengan tergesa-gesa mencari aku, wah sepertinya genting nih. Aku lihat seorang berpakaian putih agak kuning lengan pendek, bak mebawa sebuah pedang yang sudah ketul, warnanya juga coklat tanah. Karena dia membawa pedang itu maka aku agak citu juga, dengan agak menunduk langsung aku salami dia ( betapa tidak enaknya kalau ada rasa takut di mimpi itu ) coba kalau aku sadar kalau aku sedang mimpi, sepertinya keadaannya berbeda.Tapi dia ternyata hanya mengabarkan jangan ke kedubes Ausie sebab, ada seorang ustadz yang di tuduh membawa serbuk putih lalu di ancam hukuman 20 tahun. Aku langsung sadar diri, ternyata terkontaminasi dnegan gelombang radio.

Cut to :
Aku masuk ke sebuah gedung kuliah yang lumayan besar, sebelum duduk kami di beri lembaran kertas. Tapi aku ngga mau langsung saja, ke duduk ke tempat. Ternyata di situ kami berdoa. Dimulailah dengan bacaan ta’awud setelah setelah ayat selanjutnya, tapi kok lagunya seperti swara di radio hehe..Aku penasaran sekali sebenarnya apa sih yang sedang di pelajari? Aku pinjem dari seseorang tapi memnag akal hatiku nga mau mengerti jadi ngga tersimpan di hati. Waktunya tes lisan. Termasuk kategori apa kata-ata yang dia sebutkan, moril atau material ? Mir, Abu Manah ! katanya. Aku bilang moril, manah = hati, Lalu aku ragu eh..material sebab guru yang mirip Pak Agus cmc itu mau bilang material. “ Moril dong,” katanya. Jadi Abu Manah orang Jawa ya ? hehe. Lainnya kok pada diem, khan lucu. Selesai Kuliah Guru keluar dan kami bergegas untuk keluar ruang. Guru masuk dengan hanya ber T-shirt, ternyata dia mengangat sesuatu mirip office boy saja. Swasana berubah jadi mirip pesta nikahan, semua sibuk angkat-angkat, lalu aku keluar ruang melihat sebuah ruangan yang luas banyak kursi seperti habis acara nih, pasti banyak makanan nih. Aku lari kecil sambil melompat.

Cut to:
Ext: lap.parkir ITB Aku lihat Ridwan dan Aristo duduk di pagar besi seperti menunggu seseorang. Aku mendekat tapi terus membelokkan ke sebuah Klas yang ramai, ada nuansa biru dan kaca mendominasi bangunannya. “Malam minggu keman yah ?” gumamku. Aku lihat Nusye dkk, teman-teman SMA ku menunggu di sebuah jalan dekat jalan keluar. Setelah aku menengok ke belakang ternyata ada Ipik yang sedang duduk menunggu, lalu cewek-cewek itu memberi kode bahwa mereka menunggu di suatu tempat.

Cut to:
Lokasi jalan sekitar kampungku, ada seorang tentara yang takut kalau ketemu tentara, nampak banyak yang jaga-jaga di situ, lalu tentara itu ternyata tentara gadungan, dia lalu ikut di belakang aku supaya tidak di tanya.

Cut to:
Sambil dengarkan ulasan Andre Wongso di radio tentang kesempatan, aku bermimpi di sebuah jalan dago pojok, seseorang berwajah bule keluar dari ruangan dan membawa uang dollar 100.000, lalu aku terima saja karena aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Aku lihat sekelilingku banyak Bapak-bapak berkumpul, tapi swara radio masih saja menggurui, takut lepas kesempatannya, aku membalikkan badan dan memang benar kelihatan yang nerocos, belum pernah aku kenal tapi usianya sebaya denganku. Untuk menetralsir hatiku aku sengaja mebela diri. Sebab aku sudah sering dengar uraian itu sebelumnya. Kemudian aku pergi bersama bersama seorang anak kecil and story goes ……..

Sore harinya di JHCC aku nemuin Pak Andre Wongso untuk minta tanda tangan-Salam Luar Biasa !!!