Friday, December 30, 2005

Lanjutan kisah kucing hitam putih

Location : Damaran
Date/ Day/ : 29/12/05
Story of the beating of my heart :

Ext : halaman Sekolah SMA
Aku lihat keanehan ketika kami berjalan di halaman sekolah lihat Sabtono pakai seragam SD dan gembul banget.

note :
Ah mungkin greg yang lagi mengkhayal. Sorry ya SAb

Real story :
Lanjutan cerita kucing hitam putih. Salah seekor di antara anak kucing itu dipindah entah kemana kemarin tidak tahu rimabanya sampai sekarang, mungkin Bapaknya yang memindahkannya. Sebenarnya dari kemarin sudah mau di pindah sama ibunya tapi ternyata tujuannya ke kamar ponakanku, tentu saja senang sekali dia. Tetapi sayang ibu Aca tidak suka lemari belajar aca buat kandang kucing karena takut di pipisin dan bau. Akhirnya kamar itu di tutup pintu dan bingunglah si kucing itu mondar-mandir bawa anaknya dan anak kucing itu entah kemana sekarang.
Lalu beberapa jam yang lalu melihat kucing itu memindahkan anaknya yang ttersisa 2 ekor ke lemari kakek saya yang kebetulan terbuka sedikit. Aku bilang pada kakekku, dan nenekku menjawab bahwa kucing itu akan memindahkan sebanyak 7 kali dan sesudah itu tidak lagi….hmm. Kenapa harus 7 kali ya ? Kemudian aku berpikir tentang angka 7 , oh pantesan di pakai nama group band, minuman, lagu, dll

Wednesday, December 28, 2005

var2 topik mimpi berbeda

Location : Damaran
Date/ Day/ : 28/12/05
Story of the beating of my heart :

02.00
Ext: swasnana pegunungan dengan batu-batuan, kami berdiri diatas dari batu-besar itu, sambil main game, tapi gamenya menjurus ke pertengkaran. Hadir deden , dll. Seseorang mecoba mendamaikan dengan cara mengatakan, " Iya gratis deh, lalu kami foto bareng! " Intinya ngga usah hitungan lagi deh.

Cut to :
Aku lhat jiwa uke alumni unpad, dengan pakaian putih-putih
sekilas, ada semacam kerinduan di aatara kami. Aku sering ingin main ke rumahnya ketika di Jakarta tapi entah kenapa aku selalu berpikir, " ah mungkin dia sibuk sekali, tar dia teragngu lagi."

Cut to :
Aku masuk ke sebuah rumah dan mendpatkan seorang wanita memberitahu bahwa uke baru saja di panggil menghadapnya-Nya. Langsung saja badanku menggigil, " tuh dia ada di belakangku, aku lihat di belakangku ngga ada apa-apa semakin menggigillah aku, sambil menghambur kepada wanita tidak menahan tangis, padahal aku baru tadi ketemu dia. Tapi di sisi lain aku rasakan sesuatu yang lain ketia memeluk dia, sesuatu yang "menjurus" eleh …..tapi memang harus ku aku kali ini rasa takutlah yang mendominasi…..tapi kok ada rasa nikmatnya juga yah heheh.
Dari balik pintu muncullah ibu wanita itu yang sembam juga hampir menagis, mungkin dia mendengar swaraku tadi.

Lalu aku berdiri dari sofa dan dia juga… ahaa …wanita itu jadi iparku yang dokter itu, lalu dia bertanya," emang dulu dia sakit apa ?" Dan akupun merasa jadi Ari suaminya.

note :
Aku bangun dan memikirkan peristiwa yang aku alami di mimpi barusan. Wallahu a'lam ada hubungannya dengan berita kematian yang kuterima dari keluarga Aji SR ITB siang ini

kira-kira jam 05.00 wib aku mimpi lagi.

Ext : sebuah kamar
Sedang wawancara dengan seorang wanita mirip tetanggaku sendiri.

cut to:
di sebuah gang kami berpisah menuju rumah masing-masing setelah berjalan cukup jauh, melewati ruko-ruko yang belum jadi. Sampailah pada suatu tempat dimana kami mampir,

extrem close up shots :
seorang anak kecil menjatuhkan kotak berisi CD baru 3 biji, 2 buah kotak plastik itu hampir mirip warna CD nya.
Lalu kami bingung memilah nya...nah aku tahu cara membedakannya, walau bersifat pribadi sekali.
Lalu diantara kami ada yang mengajak membuat sinetron.

Tuesday, December 27, 2005

willis merah jambu

Location : Damaran
Date/ Day/ : 27/12/05
Story of the beating of my heart :

Pagi ini aku hadir di sebuah rumah yang letakknya di atas, aku datang hanya dengan sepeda mini, " mas masih ada tempat parkir di atas ngga ?" tanyaku. "wah kurang tahu ya." jawab seseorang. " Coba di sana." katanya lagi. Kemudian aku mencari tempat parkir ternyata ada sepeda mini yang mirip dengan punyaku, maka aku taruhlah sepedaku dengan sepedanya. Aku berjalan naik ke atas ternyata di atas sudah ada mobil jeep willis warna merah jambu, lalu aku lihat sebuah kamar ada lalumni SR ITB angkatanku lagi pada tiduran.

bung SJ + mr.born

Location : Damaran
Date/ Day/ : 26/12/05
Story of the beating of my heart :

Aku melihat bung SJ pengusaha pinyak itu naik sepeda masuk gang II di kampungku, begitu melihat aku langsung lari dan meloncat duduk di boncengan. Sambil melaju aku mengajukan beberapa pertanyaan yang tidak biasa, hanya mengetes apakah dijawab atau tidak. Aneh pertanyaan dijawab sponta....pertanyaan terakhirku adalah jika ada yang bonceng dan mengeluarkan cerutu boleh ngga pak ? Lalu beliau mengeluarkan korek api gas dan tersemburah api hehehe kami berhenti dan berjalan di antara pohon munggur besar...hmm rupanya aku di bawa ke jaman dulu lagi, tapi kami kelihatan akrab, tiba-tiba muncul dari balik pohon besar itu mr.born ( baca lahir ) teman kurus yang suka aku tebengin.

note :
Bagyo wartawan itu pulang kampung sementara aku main ke rumah dia, dia lagi tidur, jadi belum sempat ketemu...ah mungkin dia yang lagi mengkhayal.

selingan

Location : Damaran
Date/ Day/ : 25 dan 26 /12/05
Story of the cat :

Telah lahir bayi mungil dari kucing merah putih yang sering berkeliaran di sekitar rumahku. Aku perhatikan bagaimana dia memindah-mindahkan anaknya dengan menggigit lehernya dari rumah tetanga ke rumahku. Di perjalanan ketemulah dengan keponakanku yasya, nah ini dia cerita serunya berawal. Tentu saja Aca berteriak-teriak kegirangan melihatnya, sementara sang kucing kelihatan pusing mau di taruh di mana anaknya. Akhirnya masuklah dia ke kamar bapakku, nah ini dia cerita seru kedua berlangsung. Karena tidak suka Bapakku mengusirnya keluar, di pintu keluar di cegat oleh Aca, terjadilah percekcokan yang berakhir Aca menangis kencang karena kucingnya lebih takut Bapakku dari pada keponakanku.
Mendengar tangisan itu aku kaget, tidak biasanya dia menangis sekencang itu. Aku anya ada apakah gerangan, ternyata Aca tidak ingin kucingnya pergi. Aku lihat seekor kucing tergopoh-gopoh membawa bayi kucing di mulutnya keluar dari rumah tetanggaku. Rupanya dia di usir yang kedua kalinya. Kucing itu kembali ke rumahku dan Bapakku hanya bisa ngedumel sambil duduk di kursi karena aku membela Aca. Habis sepert anak kecil saja betengkar dengan cucu, mudah-mudahan hanya guyon. Tapi memang sebenarnya Bapakku tidak suka bau pipis kucingnya. Kucing itu mencari pintu kamar yang terbuka dan masuk, dikamar itu dia mencari lemari yang pintunya terbuka dan masuklah dia terus mengeloni anaknya yang masih bayi dengan perasaan yang penuh kasih. Kamar siapakah itu ? Waladalah kamar Bapakku ternyata, akhirnya Bapakku mencak-mencak lagi. Kucingpun di angkat ( jw: dicengkiwing ) dengan serta merta dan di taruh ( red :lempar ) di luar kamar, sementara anaknya tertinggal di dalam menggeliat. Lalu aku bertanya pada Aca : Mau di taruh di kamar Aca atau Pak Dhe ? Langsung saja di menyahut : Di kamar saya saja pak Dhe…..Akhirnya aku buka kamarnya dan aku singkirkan mainan-mainannya, aku buat tempat dari dos mie instant, yang aku kasih pintu masuk. Di dalamnya aku taruh celanaku olahragaku yang tidak terpakai yang bahannya hangat. Ternyata kucingnya ngga mau dia hanya mutar-muter saja keluar masuk sambil mengendus-ngendus walau anaknya ada di situ. Ahaaaa berarti celanaku ngg abu dong.! Mungkin karena kamarnya bersih juga sih , Hahaaaaa berarti lemarinya bapakku bau dong, iyalah orang ngga di kasih "kapur barus". Lalu kucing itu menggondol/ menggigit anaknya lagi dan membawa lagi masuk ke lemari Bapakku. Ibuku lalu datang dan mengangkat lagi kucing beserta anaknya itu. Akhirnya anak kucing itu di tinggal di kamar tamu sambil di teriaki Aca. Sang induk nginthilin/ikut aku minta solusi. Kasihan melihat kucing itu memelas aku masuk kamarku dan aku bukakan lemariku. Kucing itu meloncat lari mengambil anaknya dan mebawa masuk ke lemariku, tapi tidak ada satu menit ia keluar lagi, sepertinya aroma kapur barus tidak di sukainya, lalu kardus-kardus komputerku dia cek satu persatu, ya ternag ngga mau dong, mau kejiret kabel-kabel apa ? Akhirnya aku bukakan lemari bukuku dan dia masuk mengeceknya, api keluar lagi ( takut anaknya jadi kutu buku kali ye heheh ). Lama-lama dia punya ide juga, dia kucing itu bukan aku, kencing di kamarku sehingga bauuuuuu…oalahhhhh. Lalu kardus mie instant aku letakkan di pojok kamar dekat lemari buku dan masuklah dia ke dos itu dengan serta merta. Aku tutup pintu menuju ranjangku supaya baunya tidak terhisap oleh hidungku. Pintu keluar kamar itu aku sengaja buka, barangkali tengah malam dia mau keluar cari makan atau apa begitu. 3 jam berlalu sampai aku tertidur terdengarlah swara benda-benda jatuh dari kamar kucing itu, lalu kau intip apa yang terjadi di dalam. Ternyata Bapak kucing itu datang dan melompati kardus-kardus asesoris komputerku sehingga pada berjatuhan dari atas lemari. Hmm serem juga Bapakknya heheh…kepalanya lebih besar dari ibunya. Tapi begitu ketahuan langsung melesat keluar kamar lagi, aku sembulkan kepalaku dari kamarku untuk melihat arah hilangnya. Eh dia sembulkan juga kepalanya pertanda dia memang hanya menipu, bahwa dia sudah pergi. Mungkin dia ikut kencing di sini juga pikirku..ah mending aku kunci pintu keluarnya, lagi pula sudah tengah malam. Takut ada kucing lain kepala hitam masuk hehehe… Lalu aku check dos kandangnya ahaaaaa ada 3 bayi mungil menggeliat di pelukannya. Lucu sekali warnanya ada yang dominan putih, ada hitam putih dan ada dominan hitam. Lihat betapa "harotnya" nyedot susu ibunya, pantesan gembul heheh. Pagi-pagi aku bangun dan membuka kamar kucing itu aroma pipisnya sudah tidak ada lagi. Anaknya di tinggal induknya mencari sarapan dulu. Besoknya ketika aku pulang dari Jogja dos kucing itu sudah hilang, entah kemana. Wah ini pasti ulah Bapakku, tapi beliau tidak di rumah terpaksa aku tunggu hingga malam tiba. Benar juga katanya dia taruh di dalam cungkup di pemakaman di sebelah rumahku. Sejenak aku merenung kenapa Bapakku benci dengan kucing, setelah aku tanya, dia jawab " tar kalau besar suka nyolong ikan di meja, makan ...pokoknya seriba alasan deh." Malam itu juga aku beli senter dan aku ambil anak-anak kucing sementara induknya tetap di kamarku duduk di tempat dimana anaknya dulu di taruh walaupun sudah di tutupi dengan koper dan sajadah....ya dia nangkring di situ mencari anaknya. Selesailah cerita hijrahnya kucing hitam putih itu.

Sunday, December 25, 2005

hari natal di bawa ke bulan puasa

Location : Damaran
Date/ Day/ : 25/12/05
Story of the beating of my heart :

Ext : rumahku sebelum di pugar.
Ada beberapa kanvas menggantung dengan lukisan setengan jadi.
Pagi ini aku serasa di bawa ke bulan puasa lagi, kami lagi sholat tarawih bersama.
Tiba-tiba datnglah segerombolan artis ibukota....hmmm yang aku kenal cuma satu, yang lain sudah tua-tua. Tapi sayang aku hanya mendengar swara berisiknya. Sebab aku di dalam masjid dan mereka sholat di luar. Selintas hadir Anto adikku melihat-lihat lukisan

cut to:
Kembali Toilet lama di pugar padahal aku mau maindi, jadi kelihatan dari luar.
Banyak alumni tua tua ( ATT ) di situ.

note :
aku tidur lagi mencari artis yang ke sini tadi.

ext : perempatan lampu hijau DPR
aku main internet di situ, baru beberapa menit aku tinggal gara-gara ketemu Jimmy alumni unpad, nampaknya agak kesal karena selalu konangan kalau datng ke mimpi..hihi.
muncul dari tikungan beberapa angkot warna hijau membawa artis yang aku tunggu tadi. wuihh bisa nyetir ngga tuh kataku dalam hati kok, ada yang naik-naik segala...eh isinya wanita tapi bukan artis yang aku cari entah alumni angakatan berapa. Muncul Ade menawarkans sebuah produk, ohhhh rupanya mereka lagi promotour to ? Ada TTDJ " lha kok rambutnya cepak? " kataku. Perasaanku yang datang ikut sholat tarawih TT yang satunya deh. heheh. Aku samperin lagi Ade sambil basa-basi, eh ada jimmy lagi...eh nico atau Jimmy ? Widodo teman SMP ku juga ikutan nimbrung di jalur frekuensi yang sama

cut :
wajah OM jo yang sekarang di kapal singpore muncul extreme close up di depan mukaku,
lalu curhat ttg tentang peristiwa yang dia alami , lalu pikiranku memrintah menamparnya berulang-ulang, aneh dia malah senyum. Kemudian dia berubah jadi perempuan dan berjalan..." kenalkan ini tanteku," kataku heheh

note :
dalam mimpi barusan aku kira dia di tampar petugas, entah karena apa. Tapi kok mukanya senyam-senyum begitu, lalu aku ingat kata-kata temanku : kalau di tampar pipi kiri maka berikan pipi kanan.
langsung saja saya bayangkan dia di tamaparin berkali-kali, sampai wajahnya seperti kartun. hahah.

Jadi ingat ketika aku sholat di tempat Soni ponakannya yang masih balita itu, ikut-ikutan sholat di sampingku. Semua gerakanku diikuti tapi wajahnya menghadap mukaku...kadang aku menunduk dalam, dia malah semakin ingin tahu dan mencari mataku.
Lucu juga anak ini, pikirku. Setelah selesai sholat sengaja aku berdzikir, rupanya anak kecil ini melihat gerakan bibirku lalu aku bikin sedemikian rupa hingga kelihatan monyong ( jw : mecucu ). Plak !!! satu tamparan keras mendarat di pipiku.
Aku kira marah, eh dia langsung ketawa terbahak-bahak...oh rupanya dia terhibur, maka aku ulangi lagi sehingga dia menamparku berkali-kali, palk..plak " Sudah..sudah !" katanya manja. lalu tangannya yang kecil itu mencubit kedua pipku sambil menggeleng-nggelengkannya.
" gemes..gemes ...gemes" katanya lagi.

note :
Aku di minta menyudahi berdzikir sebab Om soni sudah menungu dari tadi hehehe.

naik choper

Location : Damaran
Date/ Day/ : 24/12/05
Story of the beating of my heart :

Ext: di depan rumahku
Seorang wanita dengan anak laki-lakinya yang masih balita memperhatikanku lagi makan daging sate kambing. Kemudian wanita itu lari ke arah utara/perempatan pertama kemudian balik lagi membawakan 4 gelas airteh. " baikan banget tuh ibu-ibu." Kataku dalam hati. Menurut hatiku sih itu teh NDI perjemah buku CBA itu. "Jadi ngga enakan." gumamku Sekejap 4 gelas itu jadi kosong hanya segelas yang isi. Yang isi itu untuk dia sendiri dan yang kosong dia isi dengan airteh yang ada di kamar makanku. Bikin kecewa saja, aku ngga akan GR kok dibikinkan segelas airteh. Harusnya tadi bilang terimakasih saja ya heheh.

Cut to:
Ext: ruang melingkar yang sangat luas.
Hadir Pepi alumni SR swasana lengang, aku bertemu dnegan dua orang yang tidak ku kenal, aku mencoba bertanya pada mereka, kota mana ini tapi ngga pada jawab, malah yang satunya mringis sehingga ada sela udara di antara dua gigi serinya, hingga membuatku menyudahi untuk mentap wajahnya.

Cut to:
Di dalam choper yang terbang merendah, pemandangan sekelilingku pelabuhan dan aku lihat sekilas kapal pesiar.

Cut to:
Tibalah aku di suatu tempat antah berantah. Aku lalu berjalan ke arah Timur toko-toko pada belum buka, seperti di alun-alun di Klaten. Lalu aku dengar bunyi gemelisik swara wanita; di " Banjarmasin".

note :
ya kayaknya benar di kalsel tadi wajahnya lonjong-lonjong heheh

Thursday, December 22, 2005

flash back bentar ah

Location : Damaran
Date/ Day/ : 22/12/05
Story of the beating of my heart :

Int : sebuah kamar entah kamar siapa.
Ada teman-teman SMA, atau mungkin satu kost ketika di Bandung. Anehnya kali ini terang benderang seperti pakai 100 watt lampunya. Ada Agung CI dll, Kemudian aku main ke kost teman menyusuri sebuah trotoar agak gelap dekat Masjid Salman, swasana jadi gelap tapi aku masih bisa berjalan hanya tidak bisa lihat kiri kanan hanya tetumbuhan saja sepertinya. Samailah di sebuah kamar kost seorang teman ada wahyu bayek, di situ kumpul dengan anak-anak alumni SMA. Selintas ada teman kursusku. Aku hanya pakai celana panjang, kemudian aku tututi celana itu dengan sarung sehingga seperti telanjang. Bayek agak gimana gitu setelah aku bilangin masih kecil, konotasinya pasti negatif alias porno. Langsung saja dia merasa anunya kecil hihihi, padahal yang kumaksud jiwanya. Swasana juga terang benderang seperti pakai lampu 100 watt. Milih gaul dengan anak kecil atau orang gedhe ya ? Aku berjalan di seputar Slman sayup sayup swara pak ustad yang sering muncul di transtv pagi bersama anak SMA, pandanganku kabur sesekali menabrak tembok kantin Salman.

Cut to:
Widi teman SR sedang membuka sebuah kotak kayu, sebenarnya itu kotak aku dan aku sudah gembok, "Kenapa dia punya kunci juga ya ?" OK lah aku masih bisa mengendalikan amarah, ternyata pada mau pindahan kamar.

Cut to:
Extreme close up shots : wajah seorang yang mirip sekali dengan oneng bajuri tapi rada gemukkan, dia bilang dulu juga dari ITB, hmmm...aku kok ngga pernah lihat SR khan kecil, ah mungkkin jurusan lain. Sesuatu yang menyudahi supaya tidak mengikuti wajahnya..setelah dia memperlihatkan giginya hiiii...

Note :
Malamnya aku mencoba melihat sinetron itu, biasanya sih engga pernah lihat. Ternyata ada bagian yang membahas tentang arti mimpi.

Dear blogger,
Seperti hari-hari yang lalu detik-detikku dilewati melayani bisikan-bisikan yang kadang-kadang tidak pernah nyambung dengan pikirku. Walhasil aku hanya membisikkan pertanyaan, biasanya terus senyap alias ngga bisa jawab.
Yang membuatku curious adalah jika sudah menyebut nama orang, tempat, waktu. Aku pikir swara asal ngomong atau mengandung informasi penting. Biasanya aku lanjutkan sendiri kata-katanya supaya hatiku tidak bertanya lagi.

Malam ini aku ingin marah dalam hati, aku ingin tahu siapa yang sebenarnya yang mendengar. Maka keluarlah sumpah serapahku. Apa yang terjadi ponakanku yang baru 3 tahun itu datang langsung memukulku seperti orang dewasa memukul.
Anehkan yang biasanya manja dan selalu bertanya jadi beringas seperti orang dewasa. Semua barangku di obrak-abrik. Sontak saja ibunya langsung kebingungan menghadapi anaknya berubah drastis seperti itu. Tapi buatku itu sudah biasa,
sebab memang sabda Tuhan bisa turun lewat anak kecil. Sebenarnya sebelum memukuliku ponakanku itu sudah memperingatkan seperti halnya orang dewasa, sambil memasang muka masam," Tidak boleh bicara yang jelek-jelek di sini."
Lalu dia masuk ke kamarnya lagi, dasar merasa mendapat mainan aku ulangi lagi memarahi dalam hati, yang tentu saja bukan memarahi keponakanku api untuk bisikan-bisikan itu, habis pakai nama segala sih. Giliran di tanya nama belakangnya ngga pernah jawab. Artinya cuma buat-buat saja khan.
2 kali ponakanku memperingatkan seperti itu dan akhirnya memberi ganjaran berupa pukulan bertubi-tubi. Nah ini kesempatan buat aku mengkorek siapa sebenarnya yang " datang" kepadanya. Tentu saja semua tangannya harus kukunci dulu dalam pelukanku.
Lalu dia memberi sedikit petunjuk, : " Di Bis ". Kemudian aku mereview kembali kejadian yang aku alami seharian tadi. Memang nama-nama yang sama membuatku semakin pusing jika sedang serius, atau semakin tidak mau tahu jika sedang tidak ingin serius.
Boleh mengkhayal tapi kalau keterusan capai juga khan yang melayani. Mendingan menyetel TV atau radio ya nga ? Biasanya di rumahku aku bisa dengar swara lebih dari 2 sumber swara yaitu TV, radio, MP3 player, Komputer. Biar unsur-unsur dari diriku memilih sendiri
mana yang di sukai untuk di masukkan hati dan mana yang harus di abaikan. Jika tidak begitu memang ada bisikkan yang tidak di harapkan. Biasanya aku terharu kalau ada yang memuji, sebab selama ini cuma di sindir melulu walau cuma di hati hihihi.

Memang aku pernah mengakui ketika nama itu di sebut, itu khan karena aku ingin menyudahi pembicaraan di hati yang memang minta di legakan ini. Berapa banyak orang yang bernama sama dengan nama itu, sekian juta kali yeee, di papua entah ada berapa nama seperti itu, aku nga tahu.
Memang nama itu sering dipakai di lagu-lagu romatis tapi bukan berarti aku terus mempersembahkan untuk dia jika aku menyanyikannya...kok jadi ngelantur sih. Kilas balik sebentar tentang bisik-bisik sesampainya di bandung khan sudah ada perjanjian
di antara kita bahwa harus pakai nama samaran dan tidak boleh menyebutkan nama dan tempat. Iya khan, takut di satroni yah ? Percaya atau tidak memang saat itu ada yang tahu lalu aku buru-buru pergi supaya tidak ketemu.
Eh di jalan berpapasan dengan seorang berjubah dia bilang supaya tidak berkhalwat.

Kembali ke ponakanku tadi, anehnya kalau aku mimpi tidak mau membangunkan. Aku tahu karena setengah sadar, bisanya balik lagi keluar kamar. Tidak seperti dulu lagi menggedor- nggedor pintu, tapi dengan pelan-pelan menanyakkan lagi ngapain pak dhe.
Kalau tidak aku jawab, tidak akan masuk. Hmm..sebuah kemajuan ya ? Tapi pernah tuh di bangunkan olehnya dengan menjilati seluruh tubuhku. Mungkin karena tidur pakai sarung doang kali ye. Tentu saja aku ngga marah, biarkan saja, biar aku bisa mengkorek keterangan lagi darinya.
Memang keponakanku ini sudah cukup besar jadi tidak ada yang berani mencium kecuali aku. Simbahnya pun kadang dipukul atau hanya menunduk dalam jika tidak mau dicium. Tapi kalau dengan aku menolaknya lain yaitu dengan menjulurkan lidahnya

wassalam

di jalan raya

Location : Damaran
Date/ Day/ : 21/12/05
Realty Story not a dream:

Aku membonceng Bapakku sampe warung kidul, di perjalanan tepatnya di dekat pertigaan Tugu Trisula kami menyalip seorang pengendara sepeda motor Honda butut. Begitu melintas di sampingnya kira-kia 2 meteran dari motornya aku menoleh ke arahnya sebab orang itu berteriak menengadah sambil berkata, : lare-lare niku B…, L….dll pokoknya umpatan jawa semua deh. "Pak-pak cepet belok kiri, " kataku pada Bapakku. Kok seperti kena hipnotis ya, orang itu. Setahuku pada menengadah sambil menjatkan doa seperti yang dilakukan teman ngajiku. Ah mungkin di Atas sana banyak yang lagi mojokin dia.

Sampailah di hotel yang aku tuju, critanya aku di interview. Kami di minta menunggu di tempat yang sempit duduk di sebuah bangku panjang, dan akhirnya 3 orang- 3 orang di suruh masuk untuk di tanya, heheh mengingatkan diriku pada mimpiku beberapa waktu yang lalu.

Walhasil memang hasilnya cukup melegakan hati, seolah sudah kenal lama banget dengan usernya, cerita nalor ngidul ngetan bali ngulon, padahal beberapa jam yang telah lalu sempat "tidak enak hati" sebab di curigai security, di introgasi lagi di rumah monyetnya. Gara-gara naik lift dan lihat panorama dari atas hotel.
Dalam hati pasti ngedumel tuh ," Kalau masuk hotel itu ada aturannya mas, apalagai mas baru mau interview ..dll

Tuesday, December 20, 2005

muncul dari atas genting

Location : Damaran
Date/ Day/ : 20/12/05
Story of the beating of my heart :

int : masjid dan rumah
Hadir teman-teman ngaji dari Bdg.
Ada sesuatu yang di kerjakan di masjid di samping rumahku, juga di kamar makan rumahku, settingnya jaman dulu saat masih ada sumur/perigi, sekarang sumur itu sudah ditutup, dan dikasih jetpump untuk minum.
Hadir juga teman-teman SR, anehnya kenapa muncul dari ata[p genting, ekmudian aku close up satu-satu heheh

cut to:
berasa di kampus SR iTB di pojok studio keramik, menysuun komponen eletronik. Eh menyala lampu cabe flip flop nya.

Monday, December 19, 2005

Main hujan-hujanan


Location : Damaran
Date/ Day/ : 19/12/05
Story of the beating of my heart :

Subuh Time
extreme close up :
sebuah kertas bertuliskan panggilan dari DUREN, hmm kok mirip perjanjian kerja. Duren yang di maksud nama atau singkatan duda keren, aku khan masih bujangan.

cut to:
hujan deras di sebuah lapangan, kita lempar-lemparan bola, ada Ridwan, Nursyam dan teman-teman SMA, lokasinya seperti daerah kebun bibit. Aku hanya mencandai mereka saja yang kelihatannya serius mau mengadakan arisan, arisan di bagi beberapa kelompok, untuk bapak-bapak, duda, dan yang masih bujangan. Setiap orang boleh ikut arisan lebih dari satu......Ridwan ganti baju dengan pakaian baru, lalu aku cipratin dengan air hujan ( aneh hujan kok ngga basah ). Lalu dia mendatangiku dan memberikan sebotol tabung kecil berisi air dan diberikan kepadaku, " nih aku kasih madu." Lalu aku cipratin ke dia hehehe lha wong air begitu dibilang madu. Aku sambil lari pulang ke arah kost-kostan jaman kuliah dulu. Seorang wanita mengikuti dari belakang, girang sekali nampaknya dia. AKu memilih gang yang berbeda supaya tidak ketemu wanita itu...eh sampai di depan rumah sudah dijemput ibunya. Siapa yah wanita itu ?

posisi tidurku memutar ke kanan menghadap ke utara.

lokasinya sudah di kampung lagi, di bawa kejaman dulu kala. Masjid masih berlantai pasir, aku datang terlambat rupanya habis ada acara makan-makan. Aku melihat di atas ada pecel lele tersisa satu, lalu pelan-pelan aku cicipi ehmm masih segarr...Tetangga yus depan rumahku sempat melongok, " habiskan aja ." katanya. Tinggalah aku dan ibunya Yus di dalam masjid. Tapi seperti ada sesuatu yang ingin ikut pada ibunya Yus. Dengan serta merta ibunya menolak, dengan bahasa mereka. Penasaran sekali.....kok aku ngga bisa lihat ? Kemudian aku sholat baru rakaat pertama, aku melihat makhluk-makhluk kecil berkeliaran di sekitar kampung yang masih semak belukar dan gersang. Hmm wujud mereka putih tapi sekitar mulutnya berlepotan darah. Malas juga melihatnya ....karena takut digigit maka aku batalkan sholatku. Swasana kampungku dulu mungkin seperti ini. Akhirnya aku bangun dan sembahyang Subuh.


Time 08.00 wib
DI sebuah tempat ( mungkin SMP2 ) pertemuan atau rapat di hadiri oleh alumni-alumni SMP2, setiap orang mendapat giliran bicara. Pas pak Purwoko bicara ," wah ini pasti lama nih." Begitu gumamku dalam hati. Benar juga ternyata dia malah sempat berjalan-jalan ke setiap audeien sambil menawarkan sebuah kartu. Aku lupa tadi acara rapat apa ya ? Apakah pengaruh dari swara radio di sebelahku. Lalu kami istirahat keluar ruang Pak pur masih juga bicara kencang di luar seperti pakai mikropon.
" Ngomong-ngomong itu MLM bukan Pak?" tanyaku dalam hati. Kenapa dia menguasai frekuensi gelombang mimpiku. Mana yang lainnya ? Begitu kami masuk ruang kami mendapatkan mendaptkan bungkusan paper bag dan di dalamnya ada kotak lagi entah apa isinya. Konsentrasiku pindah ke sebuah laptop kecil yang di taruh di setiap meja para peserta. " Bolehkah ini di bawa pulang ?" kataku dalam hati, aku lihat beberapa bangku sudah tidak ada laptopnya. Sidah agak usang sih wujudnya. Ah sepertinya juga tidak enak untuk nulisnya karena kibornya terlalu kecil. Lalu aku taruh lagi di meja. Kemudian peserta sudah ada pulang semua tinggal beberpa bapak=bapak di depan sedang ngobrol, swasana sudah semakin gelap, mendadak kantong tas besarku sudah lenyap entah siapa yang bawa. Kata bapak itu masih ada di situ, tapi memang dia hanya menghibur saja sih. Setelah aku cari-cari kemana-mana tidak ada, sepertinya di bawa peserta lainya. Tapi aku tidak purus asa mencari terus, seperti aku sudah pindah frekuensi sebab Bapakku dan keponakanku datang ikut mencari tas itu. Pintu-pintunya kuno masih seperti dulu ketika aku sekolah, tapi ruang yang berlaser warna hijau sebagai penguncinya. Kalau di pegang swaranya seperti kelebatanya pedang jedi star wars. Ruang kosong tinggal aku sendirian, masih ada sedikit rasa kecewa karena tas tadi tidak ketemu.

Cut to:
Di depan warung Salman tepatnya di pintu warungnya Bobi, aku lihat penjual buah-buahan, aku melihat Hary adiknya Purwoko di pinggir jalan dekat pohon kemudian aku mengahmpirinya mengkalkulasi berapa biaya yang telah dikeluarkan : setelah aku gobrol dengan adikknya ( wajahnya kok Heru tetanggaku di kampung ), " Aku ganti 22 ribu ya." Hah aku agak kaget padahal, tidak mungkin banget dia bakal ngomong sekecil itu." Lalu " Untung ngga aku turunkan di Cengakreng kemarin."katanya. Kok begitu ya bicaranya, ah mending besok saja aku bicaakan dengan ak pur sendiri, mungkin bisa 10 kali lipatnya.

Cut to :
Aku mendapatkan Pak Purwoko dengan pakaian koko putih, rencana naik haji Jum'at depan. Aku diminta ikut melepaskan kepergiannya.

Note :
Jadi pak pur yang nerocos tadi karena keseret ke gelombang radioku ya ? Lha iya pak Pur yang ini, kok jadi kalem begini hehehe ? Benar atau tidak Pak Pur ke tanah suci, aku ngga tahu.

akuarium pecah

Location : Damaran
Date/ Day/ : 16/12/05
Story of the beating of my heart :

Di sebuah rumah aku lagi membersihkan akuarium, dimana ada penyu-penyu yang harus aku pindahakan. Salah satu penyu menggigit tangan kiriku, pantas saja tanganku terasa sakit dari tadi, ternyata ada penyunya to ? Rio nampak membantu memindahkan ke akuarium, sesekali dapat penyu kecil sekali, " Ambil tidak ?" tanyaku Ah ambi saja, cuek sajalah kadang-kadang kepiting juga di pindahin heheh.

Cut to :
Agung Zuceng berubaj jadi Rio dan akuarium dalam kondisi pecah berantakan, langsung dia bungkus dengan kantong tebal dan di bersihkan. Pecahan kaca itu masih terbayang-bayang. Kau lihat sebuah ranjang di angkat dari rumah besar itu.


Location : Damaran
Date/ Day/ : 17/12/05
Story of the beating of my heart :

Antok datang dari berlayar tapi kondisi kakinya masih di balut dan pakai egrang.
Kami sempat agak bersitegang entah karena apa, dalam benakku aku sarankan untuk tidak memakai hati, tapi pikiran. Hati cukup untuk mendengarkan musik-musik kesukaannya saja.

Note :
Pada kenyataannya Anto sudah sembuh sekarang, dan posisinya lagi di India, dan kita jarang bersitegang, ngobrol saja jarang. Kami saling tahu sama tahu soalnya. Coba aku tanya tadi : apakah kamu benar Anto ? atau hanya bikinan orang disekelilingku.

Cut to:
Aku berada di sebuah ruang yang serba putih dan ada beberapa ibu-ibu, seperti perawat atau bidan. Tiba-tiba air kran mati, padahal aku ingin mencuci tangan. Lalu salah satu suster itu membuka kran yang lain, aku lihat ada orok di situ, entah siapa yang baru melahirkan.

bukan greg

Location : Damaran
Date/ Day/ : 18/12/05
Story of the beating of my heart :

Di depan sebuah sekolah, di bawah beberapa papan nama organisasi ekskul. Greg berkata bahwa dia pernah membidani berdirinya organisasi itu, hmm…penasaran juga apa sih namanya,lalu aku tengok ke atas ada nama "alkanal" hmm nama yang aneh, seperti nama kimia. Aku duduk di sebuah saung di tengah halaman itu, tiba-tiba sebuah kelapa muda melambung ke arahku dan aku tendang kelapa itu hingga seorang menghampirinya dan menaruh kelapa muda itu berjajar dengan tas danbarang-barang lain." Jadi ini hanya mimpi ya ?" kata dia padaku. Aku diam saja…dalam aku bilang, "don't take it too hard lah." Selintas ada suara dibelakangku, " dia kakaknya Anto ya?" Dalam hati aku mengiayakan.

Note:
Yang aneh dalam mimpi ini kok mukanya Greg kok seperti bule dan kepalanya botak ? Aneh memang…bukan greg ah itu.

Saturday, December 17, 2005

Mancing

Location : Damaran
Date/ Day/ : 14/12/05
Story of the beating of my heart :

Aku berada di kampung dan menyiapkan kail dan senar untuk mancing ke suatau tempat bersama anak-anak kampung. Perhatianku terhenti pada sebuah senar yang ujungnya ada mata kailnya, aku perhatikan bagaimana senar itu menyimpul, ternyata indah sekali. Ingin sekali aku menyimpulnya sendiri tapi apa daya sepertinya inderaku hanya sebatas pengamatan seperti masih kecil saja. Artinya kamera nge zoom terus ke arah mata kail dan senar, juga pada saat mancing, entah di laut mana aku ngga tahu. Kok ngga pada pakai batang kailnya ?

Cut to:
Di dalam masjid ada seekor ikan koki hitam di dalam sebuah aquarium bulat, lalu aku ke sebelah masjid dan mengambil ikan-ikan yang merah putih, seperti ikan hias laut, bukan darat.

Cut to :
Dari arah barat Mustofa temanku dari Timika datang sambil jalan santai nampak seperti mebawa berita. Tapi kemudian aku buru-buru meberi tahu bahwa kerajaan acaranya lagi mancing, maksudnya jangan di bumbuhi yang lain. Sekelebat Aris WR, meluncur dari belakang. Oh mungkin kedatanganku ke kantor PTFI Jakarta kemarin sudah diketahui masyarakat Timika.

Ligo

Location : Batusari Kbn Jeruk
Date/ Day/ : 12/12/05
Story of the beating of my heart :

Berjalan sepanjang jalan ke arah Merapi resto Klaten, swasana gelap sekali, tapi aku masih bisa melihat, aku merasa membawa sebuah senjata mutakhir di tangan kiri dan sebuah handycam, sekali-kali aku tembakan senjata itu ke arah makhluk berkaki empat panjang. Aku lihat alumni mgt'91 pesertanya. Ternyata Ligo yang memberi senjata tadi, dan setelah agak terang senjata itu berubah jadi handycam warna hitam. Lalu aku menuju ruang besar seperti gedung terbuka, aku lihat Sandra Utsman datang bersama seorang wanita, "Ah mungkin itu istrinya," gumamku
Lalu aku dekati mereka, karena ingin tahu maka aku zoom wanita itu, wajahnya jadi berubah, bukan yang tadi, lebih nyata lagi. "Kemana Sandra ya? Jangan-jangan sudah ke dimensi yang lain." Kataku. Lalu aku balik masuk dan menemui teman-teman Mgt, nampak Gilbert dan seorang lagi entah siapa, lupa lagi namanya menyambut dengan gembira, saking gembiranya aku memeluk mereka berdua. Tiba-tiba seorang mengingatkan bahwa ada banyak teman-teman yang lain sedang duduk-duduk menggerombol di lapangan dengan seragam batik biru seperti masih SMP sepupuku. Aku khan pakai batik warna kuning gading denga prada titi-titik emas….hmmm.

note :
bias dengan sepupuku yang suka main handycam

Cut to:
Setelah aku mendengar teriakan seorang wanita lalu aku mencoba mencarinya, aku melihat sekumpulan orang duduk di sebuah aula, ada seorang berjenggot putih berkata," Chiko juga hadir!" Aku melihat seorang berkebaya nuansa kuning gading,

Cut to:
Di sebuah panggung pertunjukkan seni, ada seorang bermain gitar dengan irama jazz, rupanya Tony Bank temanku SMA, dan setelah itu aku berlari-lari sambil memainkan gitar, untuk seorang anak balita, karena 2 orang jadi aku membawa 2 gitar. Kemudian aku kalungkan di pundak kedua-duanya. Wahyu sepupuku yang tinggal di Cilebut tiba-tiba naik ke panggung dengan beraninya sambil melambai-lambaikan tangannya untuk mengajak pulang.

Friday, December 16, 2005

Location : Damaran
Date/ Day/ : 08/12/05
Story of the beating of my heart :

Aku di sebuah rumah besar, ada dos-dos makanan di taruh di atas lemari dapur, Bambang setyadi hadir di situ, aku bertanya pada Bambang, " udah makan belum mBang Set ?, "Udah, tapi mau lagi ," katanya. Lalu dia ambil satu di atas. Hmm mm aku tadi udah belum yah ? " gumamku. Ah ambil juga ah, setelah aku buka ternyata hanya "jadah" alias ketan yang berbentuk kubus. Ada dua warna, satunya warna coklat kacang, dan satu lapis warna putih.

Cut to:
Aku barusan datang dari suatu tempat, kemudian Hujan turun lebat, Nursyam main ke tendaku. Aku lihat di dalam tenda ada kasur yang pinggirnya sudah kena air, tapi tengahnya tidak. Lalu Nursyam cerita bahwa dia habis nginep di rumah Ipik.
Hm..Ipik sudah sukses dong ya, sudah punya rumah sendiri.

Location : Damaran
Date/ Day/ : 07/12/05
Story of the beating of my heart :

Sebuah radio dalam keadaan hidup tapi frekuensinya tidak pas, jadi ngga ada swaranya. Seseorang wanita berkelebat berpakaian kerja. Ada makanan kecil : prastil, lemper, dll, kemudian aku tutupi antenanya dengan makan-makanan, hehe ternyata keluar swaranya.

Lalu bunyi HP berdering satu kali, jelas bukan bunyi HP ku, penasaran lalu aku bangun juga akhirnya. Jadi maksudnya aku di suruh bangun yah ?

bisik intim

Location : Damaran
Date/ Day/ : 15/12/05
Story of the beating of my heart :

Aku tiba-tiba di atas ranjang di sebuah rumah bernuansa putih, di kamar itu juga ada aming, rupanya aku di ajak menyelami perasaannya, bagaimana rasa hatinya jika berperan seperti itu, sesekali terdengar swaranya ….Hm.hmm dan seorang pemeran wanita nakal yang sedang dirayu, kemudian mereka duduk di sebuah kursi yang menempel dinding kamar. Tapi kok masih telanjang hehehe. Lalu aku ambil sebuah potret, pas aku bidik wanita itu sudah pakai T-shirt coklat susu hehehe aneh ya, namanya juga mimpi hihihi..

note :
Aku baru tahu kalau malamnya ada acara, bioskop transtv " basic instinc"
Jadi ingat jaman pasarseni ITB dahulukala, yang di plesetkan jadi "bisik intim" tapi jujur habis mimpi, aku ngga menyangka itu semua persiapan ultahnya transtv, lalu siapa yah cewek itu ?


Cut to :
Terdengar gemeliisik swara anak muda seperti swara teman mgt, di rumah yang sama dan mereka beregerombol sesuai dengan gang main masing-masing, ada yang masuk kamar, : "..ah palingan nonton begituan," bisik seseorang. Aku, doca, Ligo, dan Uke naik ke lantai atas sambil membawa sebuah kartu remi.

Note :
Mungkin sesorang lagi mereview ketika mengadakan rendezvious di pondok mawar 15 thn yang lalu.

Cut to :
Gara-gara nonton sinetron jalan menuju surga di TV tentang nasib pelukis naas itu, membuatku jadi agak khawatir yang akhirnya tergambar dalam mimpiku. Tapi untung ada tetanggaku Sabar yang mengikuti hatiku, di sebuah rumah tingkat di mana di sebuah kamar di beri sesaji……setelah terjadi sebuah tragedi.

Cut to:
Aku berjalan di sebuah perumahan di perbukitan ternyata kata seseorang itu kota Malang, dan katanya ibunya mau jadi penilik sekolah, nanti tinggalnya di situ, kata seseorang sambil menunjuk sebuah rumah.

Time : 06.00 wib
Cut to :
Di depan rumahku aku melihat seorang perempuan kecil dengan mobil tuanya melaju membawa kedua ortunya, rupanya sebuah sedang yang bagian depannya sudah penyot mengejarnya. Akhirnya dia bisa meloloskan diri setelah masuk gang dan membelok balik. Mobil itu habis tabrakan tapi tidak mau berhenti tapi melarikan diri.

Cut to :
Seorang polisi memarkir motornya di rumah kosong Tomi, aku tiba-tiba di sana dan Mustofa datang dengan tergopoh-gopoh butuh serbuk putih. Polisi itu mengeluarkan sebuah satu pak berbentuk kubus putih, masing-masing terdiri dari kotak kecil kertas diameter 5 cm, di dalamnya ada serbuk putih. Tapi tidak memberikan pada Mustofa, hanya di taburkan ke bawah lantai supaya dia mengendus-ngendusnya. Melihat hal semacam itu, aku mencoba sabar dan tidak terbawa emosi seperti jaman dulu, khan aku sadar itu ini hanya mimpi, maksudnya marah antara dua kasus pertama polisi kok begitu dan mustofa kok ternyata begitu, aku juga tidak tahu yang benar…ah biarin saja ngga usah di konfirmasi. Lalu polisi itu memberiku satu kotak dan menyuruh masukkan ke saku baju. Setelah aku masukkan, jelas dong ada perasaan gusar, kenapa aku mau menerima bungkusan itu, kenapa tidak marah saja heheh, kalau marah pasti sakit hatinya dan terbangun tidurku ( putus fanaku ). Lalu mustofa menunjukkan di luar sebuah tenda yang di penuhi dengan jamaah sholat perempuan dengan mukena perak menyala. Maksudnya aku di suruh kesitu supaya tidak di curigai gitu loh. Dengan kekuatan hatiku aku keluar dari ruang itu sembari berkata," ah aku ngga mau ikut-ikutan ah." Sekejap badanku melesat, tapi pura-pura saja sih. Aku masih tune in dalam frekwensi yang sama. Rupanya dia juga bisa melihat kekhawatiranku. Ah tar dulu, aku mau lihat apa yang akan terjadi selanjutnya…lagian ini khan hanya mimpi. Tapi aku mencoba mengidentfikasi di mana aku berada. Sekejap memang di kampungku tapi kok, bangunannya beda, mustofa jauh-jauh dari Timika ngapain juga ke sini ? Ah ada overlapping nih kayaknya. Tiba-tiba segerobolan anak SMA dengan kendaraan bermotornya pada datang dengan sembunyi-sembunyi mendatangi rumah polisi itu. Aku jadi tahu kenapa pada ngga takut makai drug, sebab memang ada backingnya. Lalu polisi berkumis itu mengaku padaku dan memang akan terbongkar kedoknya, dia mengajakku ke melarikan diri di sebuah pantai, dia bilang bahwa ini tempat kerjanya.

Cut to:
Aku pinjam motor tril anak yang makai tadi lalu lenyap, ternyata aku di sangkuriang bandung, ada udin yang memboncengkan anak datang dari suatu tempat. Sekelebat Keju ada di situ, dan apa salahnya aku main ke rumahnya sejenak, rumahnya masih di kost ketika dulu aku di situ dan posisiku sekarang di rumah kosong depan kostan keju. Swasana sduah berubah memang, halamannya nampak lebih luas. Eh datang anak SMA yang punya motor tadi dan memintanya dengan sopan. Bisa juga dia rupanya mencari hatiku. Mungkin rasa hati juga akan kehilangan motor jika tidak ia minta lagi..…hm motorol tril warna perak !!! itulah mungkin yang dinamakan menyelamatkan hati. Sering dahulu aku larut dalam swasana hati sebab memang 3D dan aku hanya menerima saja padahal Cuma kalau di buat-buat. Sekarang aku compare dengan kenyataannya, jika benar memang itu bukan urusanku mengapa harus pusing memikirkannya ? ya ngga.. ya ngga ?

Tuesday, December 06, 2005

06/12/05

Location : Damaran
Date/ Day/ : 06/12/05
Story of the beating of my heart :

Time : 06.00 wib
Di sebuah rumah, ceritanya mau pindahan. Hadir Agung CI, Ridwan P, dan Susatyo Donder. Berarti di kebun bibit dong, yang sekarang di bawah fly over. Aku merasa sedih di mimpi ini, aku tidak tahu kenapa ? Agung rupanya tahu. Dia mencoba menyapaku dan membantu mengangkatkan barang-barangku. Ada tas warna merah hitam mungkin milik Ridwan. Di dalamnya ada satu buku warna kuning. Ngikut ke dalam dosku. Aku berdiri sambil mebawa sebuah celana jean. Dia mengomentari tentang celana itu. Dikiranya milik dia, setelah itu aku tunjukkan kepadanya celana itu, ternyata asli import. Mendadak adikku antok ( di Dubai ) mencoba memperlihatkan celana blue jeans mungkin buatan sana. Entah apa maksudnya, mau di oleh-olehin kali ya ....


Cut to :
Di sebuah masjid di lereng pegunungan, konsentrasi terbagi ke swara berita radio. Kebetulan tentang pengembalian kepala teroris, aku di perlihatkannya, mungkin menguji aku juga orang tadi," takut apa ngga ? " Sebenarnya yang aku ingin ketahui bagaimana mensikapinya. Ternyata orang-orang itu mengajak mendoakannya, walau hanya Cuma sepotong kepala hiiiii sudah lumer lagi.

Time : 13.00-14.00
Di sebuah ruang ada aku bermain-main dengan seorang anak balita perempuan, rupanya ada ibu muda di situ, entah ibunya atau bukan aku ngga tahu. Lalu aku mencoba memberitahu nama anak itu kepada ibu muda itu, seraya menanyakan kepada anak itu. Tapi di tunggu lama kok ngga keluar juga swara anak kecil itu, maka aku " awur" saja. Namanya dia bla.bla..: kataku kepada ibu itu. Rupanya anak itu menyahut merasa namanya di "awur" : " Yuli ! " katanya." Oh Yuliiii.." kataku. Jadi ingat Yuli di bulan Juni hehehe.

Cut to :
Sekejap aku di sebuah ruang besar seperti mall atau hotel. Aku khawatir tenatng anak tadi. Ah mungkin ada dalam gedung itu, lalu ibu muda itu mengajak masuk ruangan melewati para penjaga pintu, dan akhirnya menemukan anak itu bermain sendiri, wajahnya tanpa ekspresi tapi seperti faham, mengingatkan diriku pada Gita anak di kurususan itu.

Cut to :
Di depan sebuah kamar mandi berderet yang cukup mewah, aku memilih KM yang kosong untuk mandi. Sekejap aku masuk dan mengunci pintunya, " aneh kok pintunya seperti bar, kakinya keliahatan. Lalu sekejap pintu berubah jadi tertutup rapat, tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan ikut mandi, padahal aku sudah telanjang siap mengambil air : " Sori aku ngga biasa mandi bersama." Kataku . Lalu aku buka pintunya rupanya di luar sudah banyak mengantri untuk mandi. Di manakah aku ?

Piala Vidia malam ini

Malam ini aku seperti biasa aku pindah-pindah channel TV seperti scan saja, tiba-tiba terhenti di salah satu stasiun TV yang sedang menyiarakan penganugerahan piala vidia, " kok ngga ada speech dari sang pemenangnya," gumamku lalu aku pindah channel ke film tentang Alien," ah ini sih sering di putar di TV, tapi ngga papalah untuk selingan selain Piala Vidia, daripada iklan hehehe… sejenak aku me-review detik-detik ketika film Juli di bulan Juni, yang aku tulis di diary ini juga. Ketika itu memang serba kebetulan di mata saya tapi pasti bukan kebetulan di mata Tuhan, mungkin karena aku di tunjuki film TV yang bagus untuk di tonton. Entah alasan apa Tuhan Yang Maha Tahu, dalam kondisi yang hati "mengendap" santai maka hikmahpun hadir seperti mengalir. Kalau boleh jujur sebenarnya tidak hanya film Indonesia lho yang kebetulan itu, banyak film favoritku yang menang Oscar. Dalam menonton film terkadang aku di rekomendasikan teman, tapi aku lebih suka yang "kebetulan" itu. Kalau pas ngga mau nonton ya ngga akan nonton, apalagi harus mengeluarkan biaya untuk itu. Toh kebutuhan jiwa seseorang untuk melahap berbeda dengan orang lain. Bukan irit tapi aku lebih suka "mengendalikan diri". Di komunitasku hal tersebut sangat difahami, dan serta merta yang kebetulan di beri keleluasaan rejeki membeli VCD/DVD dan di tonton bareng. Suasana keberserahdirian itu yang kami hadirkan, pun untuk menontoin film. Justru dalam ketidaktergesa-gesaan itulah terkadang hadir suatu keajaiban kecil. Sering juga sih segera ingin nonton setelah mendengar dari teman, tapi hasilnya transformasi dirinya kurang mengena, karena mungkin hati kita belum bisa hadir di situ. Ya lihat sikon financial kitalah, apalagi sekarang belum ada pemasukan, tapi yang penting masih produktif lah ya, paling ngga dalam menulis mimpi hihihi. Maaf Edisi bulan puasa tidak di upload sebab banyak yang ganjil. Aku kira sih banyak hadir yang berjubah-jubah, tapi malah sebaliknya. Alhamdulillah aku menikmatinya..hehehe. Tapi masih hampir tiap hari aku begini, hidup dalam dunia hati. Aku sempatkan catat di HP kalau pas di perjalanan ngga bawa buku kecil, biar ngga lupa. Balik ke film tadi, mungkin karena kesukaanku menonton film sejak kecil maka aku dapat mengambil hikmahnya, sampai untuk nonton saja dipilihkan oleh-Nya. Atau memang itu ladangku nanti ? Tapi semua itu memang perlu proes ya ngga blogger, yang penting ngga memaksakan diri. Yang penting sampai saat ini aku bersyukur bisa menikmati film-film itu.