Sunday, April 30, 2006

Siang ini di cilebut benar-benar menjadi Sabtu yang panas, aku rebahkan diriku di kasur dan terjadilah santeg anigasi : Aku berada di sebuah rumah jadul dan besar, tikar di gelar memenuhi ruangan, sekejap memang seperti rumah kakekku. Nampak bapakku memakai pakaian adat berwarna biru menyala sedang duduk sungkem dengan adik kakekku...mataku mencoba mengonangi.."lho bapak?" tapi kemudian beliau langsung malu dan di tutupi kepalanya dengan kain biru supaya tidak kelihatan olehku. Lalu aku pura-pura ngga lihat lagi dan menundukkan kepala, kuarahkan mata hatiku ke sebuah sajadah yang aku injak, dan aku mainkan kaki-kakiku seperti seorang anak kecil. Ah...pura-pura jadi Aca ponakanku saja, lalu aku tepuk-tepukkan tanganku heheh.
Segera aku sadar dan kembali ke alam nyata.

Dear blogger,
Malam minggu yah hmm....malam minggu terakhir di Indo ? sebaiknya aku cek lagi apa yang musti kubawa, ternyata ada yang lupa heheh.. : bumbu masak sachet, obat-obat pribadi, berarti aku harus segera ke mall, mumpung ada yang nawarin nemenin heheh :)
Ciaoooo....

Saturday, April 29, 2006

naik jeep

Location : Baros Cimahi.
Date/Day : Jum'at, 28/04/06
Story of the beating of my heart :

Ext : jalan di kampungku

Tiba-tiba aku berjalan di kampung halamanku lewat depan sebuah rumah bertiga dengan 2 kawan masa kecilku ( bagyo+bowo ), seorang wanita (kakak febri) menyapaku, seolah menanyakan kenapa masih sendiri, tapi aku cuek saja.

cut to :
kami bertiga naik jeep, "suk-sukkan" di depan bertiga, aku dekat pintu. Lebar sekali jeepnya ...? lalu kami melaju sampailah di sebuah bangunan mirip toko. Tapi di sampingku jadi Udang (DI'92) dan teman SR. Aneh memang...heheh. Aku coba rekam dengan mataku apa saja yang di sekelilingku. Hmmm...ada pohon kaktus tinggi, ditengahnya ada pohon mentimun...kombinasi yang aneh juga tuh..apa yah maksudnya ?

cut to:
08.00 wib

Ext: sekolah SMP
AA datang dengan tergopoh-gopoh khawatir dengan apa yang di lakukan para siswa di ruang itu. Kali ini beliau memakai kostum biasa saja, putih lengan panjang seperti guru. Kelas di pojok yang nampak tertutup rapat itu, tiba -tiba terbuka dan berhamburan murid-murid nya yang pada teler. Entah mencium bahu apa ya ? Mungkin sedang praktikum kimia, dan main campur-campur bahan kimia...heheh.

Extrem close up shot : tangan beliau menuangkan cairan seperti gula kental kedalam bejana lain.

comment :
aroma yang sering kucium saat jalan malam di komplek ini. Menurutku memang seperti sake sih, ...atau fermentasi sampah ???

Friday, April 28, 2006

Location : pondok mas baros
Date/ Day : kamis 27/04/06
Story of the beating of my heart :

time : 01.00 wib

Int : sebuah rumah antah berantah
casting : alumni SMA, Alumni mgt, Alumni SR, tetangga di kampung, Bapak Guru dan sanak saudara Adik WS teman SMA ku dulu bermain vespa-vespaan, aku bonceng dia mengelinlingi kota bdg lewat jalan dago.
Tapi aku tanya dulu dimana sekolahnya, ternyata dia di SMA pelosok di kotaku, dengan alasan SMA negeri SPP nya murah.

cut to :
Aku berjalan di jalan yang agak menanjak di sebuah dusun antah berantah
dengan Bapak Guru, beliau memintaku untuk menerawang swara-swara yang ada di sekitar,
hmmm ada swara-swara bermain di atas bukit itu. Singkat cerita aku sudah sampai dan benar, kerabatku lagi pada
di sebuah lapangan.

back to:
Sambil masih terkantuk-kantuk aku bonceng di jok belakang motor vespa kecil butut sambil tidur tengkurap, teman-temanku yang
di belakang pada heran, kok bisa ya tidur di jok sekecil itu. Vespa melaju di jalan dago, dan Bambang Gboy ada di belakang, jadi Gboy bias dengan WS.
Yang mboncengin berubah jadi laki-laki. dia nampak resah karena tidak pakai helm, sambil tengkurap sesekali aku pegang-pegang bodi vespa yang seperti plastik.
Aneh seng kok lemes begini, pas mau sampai POM bensin perempatan aku ganti yang setir. Tapi tanggung baru ngegas lampu merah, cuek saja. Polisi sudah siap di depan
aku pura=pura minggir ke warung pojok perempatan pura-pura beli. Sementara temanku mulai panik sebab polisi memburu dia bukan aku, iyalah lha wong mlotot begitu melihatnya heheh
dia meloncat turun, polisi meraih tangannya, sedang aku dengan hanya pakai sarung beli sesuatu. Belum sempat duduk si rus tetangga di kampung datang dengan pakaian ala pembalap.

Rupanya anwar alumni DP'96 yang boncengin...oalahh war war ...

time : 08.00 wib
Aku seperti berada di sebuah kantor pos dimana ada setumpuk kartu pos yang aku layangkan ke dubes-dubes. Ada bungkusan di samping kiriku warna coklat siap dipaketkan, eh di ambil seseorang...sepertinya greg deh, soalnya habis chatting heheh.Lalu aku segera mencari kemana perginya greg, tapi namanya alam mimpi, tak terkejarlah dia. Nampak seorang wanita duduk di kursi di ruang tunggu. Di manakah aku ?

Tuesday, April 25, 2006

Malam ini aku ingin tidur di kamar sebelah karena memang kawanku snooring nya mengalahkan swara MP3.
di kamar itu aku sempat fana sebentar, melihat sesosok bayangan anak kecil perempuan menempel di tembok bersebelahan dengan kamar mandi.
Begitu aku konangi langsung deh menghilang, ingin rasanya mengejar dengan masuk dimensinya tapi apa daya seolah ada yang mengikat kedua tangan kiriku ke ranjang.
berat sekali...ah akhirnya baca-baca saja heheh. Sepertinya aku barusan di tunjuki wujud penghuni rumah ini setelah keamrin seharian di perdengarkan swara-swara gesekan di tangga.
dan sepertinya bukan tugasku masuk ke frekwensi alam mereka ....kata penjaga rumah, itu dari jalan tol sebelah.

Location : pondok mas baros
Date/ Day : Selasa 25/04/06
Story of the beating of my heart :

time : after subuh

Ext: sekolah SD bias dengan SMA

casting : teman sma jadul, teman kursus dan teman di hotel
swasana meriah setelah ujian kita mau study tour, tapi kali ini
kita ke NY heheh mungkin SMA masa depan. Tiba-tiba aku ingat handucame-nya
musti dibawa. Seorang teman memberitahu handycame itu ketinggalan di dalam kelas.
Lalu malam aku ke sekolah utuk mengambil barang itu memakai kunci dari penjaga sekolah.
Swasana di dalam kelas agak gelap, pas masuk mencari eh pak agus guru kimia memergokiku, tepatnya saya memergoki beliau kenapa
malam-malam di situ. Akhirnya aku di gelandang keluar, spontan saja dengan energi batinku ngomong apa adanya, bahwa aku mencari
handycame...extreme close up shots : sebuah handycame merk panasonic tergeletak di halaman kelas, "wah benar-benar dikerjain nih." pikirku.
dan seorang memberitahu bahwa kameraku yang tertinggal dibawa oleh T waiter itu...hm lho kok bias dengan swasana hotel.?

Int : ruang kelas
setelah kejadian penyusupan malam-malam itu, aku jadi ngga enak sama kawan dikelas yang sedang meributkan soal
gaji. Rupanya ini sebuah kelas training para mekanik perusahaan kendaraan bermotor. Dan seorang menuliskan gaji saya
paling kecil karena kena reduce gara-gara peristiwa semalam. Spontan saja aku bereaksi, aku maju ke depan kelas sambil berkata," siapa mau ikut aku ke jepang?"
nanti dikasih uang saku 3000 yen perhari, semua biaya di tanggung." sambil meninggalkan ruang kelas yang membosankan itu. Di luar kelas aku menhirup udara segar. Kumpulnya di Narita ya..
eh dari dalam kelas ada yang nyeletuk," segitu mah kecil." Masih saja di tanggapi heheh.

ext : tempat kursus BPEC
extreme close up shots : dahan dan ranting yang sangat rindang
sebuah tangan memotong dahan-dahannya sambil berkata-kata sangat bijak.

comment :

tapi ada missunderstanding antara bunyi TKI dan PKI, kalau TKI sepertinya bukan deh sebab aku khan hanya trainer.
tapi juga merangkap tukang pel, tukang masak, sekaligus direktur heheh.
kalau PKI jelas bukan, tapi di SKCK ditulis tidak pernah terlibat dalam organisasi itu, sama petugas imigrasi sempat di komentari, " harigini masih saja seperti ini cantumkan."

pagi ini aku jadi kangen sama seseorang ....dimanakah dia gerangan ? perkenalan kami terlalu singkat.
tapi hadirku saat itu memang untuknya, baik diinginkan atau tidak , rasa indah di hati yang kilaunya taburkan bias-bias kasih...cieeeee.

aku biarkan anganku melayang, eh ponakanku yang nongol, memang ajaib dia, lontaran kata-katanya selalu membuatku terkejut.
dari manakah dapat kosa kata yang begitu indah akhir-akhir ini. Terakhir kali saat aku pamitan pergi, dia tidak malu-malu memberikan kecupan yang jarang di lakukan sama anak sebayanya di kampungku,
dan tidak "klayu" lagi seperti hari-hari sebelumnya, jadi serasa enak dihatiku untuk melangkah mengisi sisa-sisa hidupku....siapa lagi ya ngajarin kalau bukan pakdhe nya heheh.
Terakhir kalinya aku dapat panggilan sayang dari dia " si irung cilik" lucu juga, ternyata dia sempat juga memperhatikan juga ukuran hidungku, padahal dia sendiri hidungnya lebih kecil.
Kadang sambil mengacak-acak rambutku dia bergumam, " wow indah sekali rambutnya." Tentu saja ibunya akan terharu campur cemburu melihat adegan itu. Kadang aku berpikir apakah yang mengilhami dia adalah kekasihku yad.

Sunday, April 23, 2006

di bandung

Location : pondok mas baros
Date/ Day : Jum'at 21/04/06
Story of the beating of my heart :

Jiwaku di bawa ke Klaten, anto sudah pulang ( in fact : belum ) naik motor bersama saudara-saudara, kemudian kami ngobrol di kamar, aku sambil terkantuk-kantuk bicara tentang rencana-rencanaku kemudian hari. Dalam mimpipun aku masih sungkan bicara tentang duit dengan saudara sendiri.

cut to :
aku berjalan di antara pedesaan yang padinya sudah menguning, dari desa nenekku tapi memutar jauh...entah kenapa.

Location : Ci Beunying kaler
Date/ Day : Sabtu 22/04/06
Story of the beating of my heart :

Ext : lapangan
swasana gembira bersama-sama teman senirupa kami foto-foto bareng tapi kameranya masih pocket manual

cut to:
aku menemukan sebuah radio kecilku waktu aku masih mahasiswa, kutemukan sudah dalam keadaan menyedihkan terbuka isinya.

commen :
aku buka sms dari adikku Ari di Klaten yang isinya tidak ada hub. dengan mimpiku

cut to :
Tiba-tiba aku di bawa ke swasanan pengajian, nampak penceramah sudah hadir jauh-jauh dari Jkt, aku agak malu-malu karena sudah lama tidak hadir, tapi seorang kawan menuliskan absen di lembaran kertas dengan tandatangan AMIR.

cut to:
aku di kebun bibit tempat kostku dulu, dan kulihat bekas kamarku dipakai keluarga donder,dan ifin menyarankan tidur di tempat lain.

Wednesday, April 19, 2006

pangamen itu

setiap mau lepas pasti ada yang "nowel", maklum di kereta.
tapi begitu paginya pengamen-pengamen itu yang bangunin nminya duit.
kadang lepas juga ke dimensi lain, di mana swara pengamen di dubbing oleh entah siapa, serab putih, lebih lega dari kereta aslinya. Di manakah aku ?

Tuesday, April 18, 2006

ada tamu dari timika

Pagi benar habis subuh, dirku di bangunkan di alam mimpi dan kedatangan seorang sahabat dari Timika. Dulu kita se team di Timika Pos. Beda benar swasana mimpiku kali ini, seperti beneran heheh dan semua indera hati terkendali. Dalam swasana kesederhanaan kami ngobrol, jadi terharu tapi tidak sampai nangis lho, beda sekali rasanya dengan mimpi-mimpiku yang sebelumnya, yang ini 100 %, tentu karena terbantu oleh kekuatan dia juga, untung sebentar cuma beberapa menit, sebab masih banyak tugas di alam real heheh. Makasih mas hendrikus purnomo, salam buat teman-teman di Timika dari Japra

Monday, April 17, 2006

ritual apaan lagi nih

Int : sebuah ruangan ( dalam alam realnya kamar Aca )seperti menjadi sebuah tempat sembahyang.

W tetangga sebelah yang sekarang bermukim entah dimana ( mungkin bdg ) datang dan langsung kusambut untuk jadi imam sholat, padahal dulu dia kukenal cukup nakal di kampung kami..heheh, tapi kali ini sudah berpakaian baju koko bermotif kembang-kembang dan seperti sudah sukses, juga kami jama;ah laki perempuan memakai pakaian yang sembahyang yang bermotif. Swasana hangat, tapi dalam sekejap formasi sholat jadi kotak dan bukan menghadap ke kiblat tapi saling ke dalam kotak, aneh khan heheh, sekejap kemudian tangannya di di taruh di bawah karpet, sikutnya di tumpukan di karpet dan jarinya menunjuk ke atas, sambil melafalkan kata-kata Arab ( lupa lagi euy ). Melihat seperti itu sontak jadi tergerak jiwaku untuk menanyakannya...ujug-ujug kakekku datang dari kamar dengan pakaian yang kami pakaikan ( maaf agak aneh sih hihi ). W dkk sudah duduk-duduk dan jiwaku sudah sadar di kamar. " rombengan" celetuknya spontan melihat penampilan kakekku. Ternyata W bilang kalau dia hanya ikut proyek pembangunan, seperti di pandansimping. Kakekku bilang dia juga begitu dulu. Mending aku bangun saja dari pada ngelantur kemana-mana.

Sunday, April 16, 2006

jawaban AA

Location : Cilebut
Date/ Day : Selasa 11/04/06
Story of the beating of my heart :


Swara gemilisik Aca ponakanku menayakan diriku, seperto biasanya ibunya menghiburnya lagi kerja.
Biasanya aku ngga kuat nahan rindu kalau lihat untung cuma dengar,lalu kuhentikan fanaku. Penasaran ada yang ikut,
aku review kembali gelombang mimpiku, lagi-lagi swara ponakanku...nah kali ini ada Edi, entah edi yang mana, sebab aku
kenal banyak edi, nanti deh aku ceritakan edi-edi itu hehehe...

Aku merasa naik sebuah tangga, dengan naik sepeda tiba-tiba aku lihat lukisan di dinding dan swara lembut soundtrack film Titanic ( Big Pipe)
wow..indah sekali kupertahankan dulu sambil kutirukan lagu itu heheh. Tiba-tiba aku berada di sebuah kapal yang banjir, dan ada ibunya Aca, dina, dll pada sibuk
lari tunggang langgang. Aku santai tidur mengambang sambil menikmati keindahan malam. Lho itu kok seperti Hani kawan SMP ku pakai kostum suster.
Sekejap orang-orang berpakaian housekeeping ala film J-lo dan ujug-ujug ade tersenyum tiduran di atas kasur yang hampir tenggelam. Naluri housekeepingku muncul.
Langsung aku making bed saja hahaha walau air sedang menggenang semua ruang batinku.

Time : 10.00 wib
Aku tiduran di sebuah bangku taman, seorang menemaniku entah siapa, kok pakai seragam SMA sih ? masuk ke tubuh siapa nih aku ?

cut to :
swasana mimpiku putih bersih, ada seorang makan berdua di sebuah emperan toko,
kok seperti E anak trainee housekeeping itu ya ?

Int: ruang tamu
Seorang ibu-ibu bule cerita dengan anaknya yang bule juga (TB). Dia cerita barusan mengajak jalan-jalan ke museum dan melihat peninggalan kompeni.
Tahu deh itu wajah TB atau bukan, ibunya hidungnya tidak semancung dia. Hmmm rupanya dia tahu kalau aku banding-bandingkan heheh.
Lalu seorang co ngesun pipi kiri kanan TB pamitan kebelet pipis mau ke toilet.Biasanya memang aku cemburu tapi sekarang tidak tuh...hahaaaaaaaaaaaaa.


Ext : sekolah pariwisita
Seorang sedang kebingungan karena sepatunya sudah mulai kusam maka aku kasih pinjem dia, malah 2 orang yang aku kasih pinjem.
lalu kita mulai kuliah. Swasana di persimpangan jalan, heran kenapa jadi sarungan doang, padahal lainnya seragam hitam putih. Tentu saja aku jadi malu. Begitu terhanyut aku dalam persoalan di sini, hingga
aku sulit untuk menghentikan gelombang mimpi, malah cenderung menyelesaikannya. Rupanya sengaja ada yang memperolok-olokku. Dengan mata hatiku aku melihat tas seminar hitam. dan pakaian yang amburadul,
katanya mau dibuang pakaian itu. AKu heran kenapa pada begitu ya. Apa anak-anak hotel itu yang pada lagi becanda ?

In fact :
aku bukan anak pariwisata lho.

cut to :
Swasana hatiku redup, di bawah pohon besar di pinggir jalan depan kampus, seorang ce sedang cerita dengan teman ce
ketika dia sering mendengar cerita radio brama kumbara, tapi dia lahirkan " brama membaraaaa haha ..! Aku yang ada di dekatnya langsung
nyahut, ada lagi tuh plesetan " padang kemulan " jawa" kemulan" = selimutan. Ujug-ujug aku cuma pakai kaos oblongku lepas, jadi malu heheh...lalu ce tadi berjalan ketangga menuju pintu masuk kampus. Kalau ngga salah windy namanya..tapi windy yang mana yah ?

comment :
Apa sepupuku lagi mengkhayal ? atau teman-teman di hotel itu ?

cut to :
Seorang mengikatkan tali ke seberang kali, dan seorang wanita kuning langsat tapi ndut siap-siap menggelantung
di atasanya, tapi kok sepertinya ngga ada nyali. Spontan saja aku kasih contoh hehe entah lihat atau tidak dia ya ?
perasaan aku pakai mode : visible. Sekejap wanita itu sudah renang di danau, tapi berenang di tempat saja. Karena kasihan kita yang naik sekoci
kasih dia ban, wessssssssssssss seorang bergaya dengan jetski nya.


Location : Damaran
Date/ Day : Jum'at 14/04/06
Story of the beating of my heart :

Int : hotel store
Nampak hilir mudik hotelier2, seperti mas nanang supervisor, mengecek barang-barang di tumpukan lemari....

comment :
Diriku masih dibawa ke hotel Q rupanya.

cut to:
Anto adikku pulang mboncengin Aca anaknya pakai motor, sementara Tata memboncengkan anaknya juga.

comment :
barusan bulikku datang dari jepara dikiranya Anto sudah pulang heheh, Dina juga semalam mimpi anto pulang.
hmm... tapi kok dengar anjing-anjing menyalak juga yah ? melihat utusannya kali hehehe.

Time : after Jum'atan

Aku menyisir sungai dan melihat makam-makam di pinggir sungai itu, nisan-nisan batu tegak berdiri seperti tanda peringatan bahwa para korban terjadi di situ. Bersama seseorang entah siapa hihihi.

cut to:
Int : mobil jeep
angakatan 70 an reuni di klaten menggelar pertandingan golf ( emang ada lapangan golfnya yah ? ) Tapi kita kalah...chek aja di laptop


Location : Damaran
Date/ Day : Minggu 16/04/06
Story of the beating of my heart :

Ext : Sebuah tempat penjualan mobil second

Hadir Nursyam, Sigit, alumni SMP ku, aku sendiri lagi sibuk penjernihkan akuarium, sambil kerja cerita tentang jual beli mobil bekas. Nampak Rudi ikut nimbrung...malah aku sempat berpikir mobil bos nya juga dijual..heheh di tengah cerita itu aku ceritakan akal-akalan yang mereka lakukan, langsung pada nyungsep..." aku dah syukur kok." kata nursyam. " Lho kok air akuarium cembung ? " kataku.

cut to :
Kepalaku agak penat....rupanya AA gym, datang menanyakan keahlianku apa, lalu aku di berikan pekerjaan untuk me-lay out buku. Di tunjukannya padaku buku besar contohnya.
Lalu seorang ce berpakaian hitam aksen putih meberikan draftnya padaku. Dalam hatiku." itu mah gampang A." langsung bukunya yang besar jadi berubah kecil 5x3 cm.
AA bilang kalau sebenarnya sudah tidak ada loker lagi, sebab sudah di kerjakan oleh ce tadi. Lalu AA minta ce tadi memberikan pekerjaan itu padaku, untuk di teruskan.
Aku tahu maksudnya mungkin supaya tidak nganggur terus tidur heheh. Tapi palaku masih pening juga A, langsung deh di pijitin, " ahhh enak sekalee !"
Sebenarnya kepalaku pusing sebab aku aku di suruh saja memikir pakai hati/ alias di kontak batin...ya ditanya-tanya begini nih A. Entah AA beneran apa bukan yang jelas kostumnya seperti ketika dakwah di TV.

Int : sebuah gedung pertemuan yang luas antah berantah
Rupanya aku berada di sebuah perusahaan, nama perusahaan itu ada di atas tembok blakang podium.
Kami dapat job untuk memperbaiki equioment yang rusak. Pertama kami foto dulu, seorang teman membawa barang itu keluar di ats terik matahari supaya dapat cahaya yang kuat. Kok seperti temanku di PTFI dulu yah ? heheh aku memperhatikan
gayanya memotret seperti menggunting pakai gunting tanaman. hehe kamera aneh. Lalu 2 orang anak buahnya malah melihat saja, satunya berpakaian preman dengan rambut godrongnya, dan satu lagi mirip dhani tapi brewokan, eh davi apa bukan yah ? Kostumnya putih bersih. Berdiri dengan sikap dingin, akhirnya " oi..bantuin dong," kata IF. Setelah pemotretan kami pulang, settingnya berubah di kampungku jaman baheula. Lewat pematang sawah belakang pak cakra menuju rumahku. Di perempatan rumah pak Surono kami berhenti sebentar dan memeriksa barang bawaan kami. Si preman tadi membuka tasnya di dalamnya ada dustmop kecil nan kucel...hahaaaaaaaaaaaa pasti ulah hotelier lagi nih.

Monday, April 10, 2006

wet dream

lagi-lagi basah, maaf maklum mana tahaaaaan.
besok saja ceritanya heheh

kereta senja ke jkt

Jam setengah 6 lebiuh 5 menit keretaku sudah datang, dan aku tergesa-gesa naik bersama puluhan penumpang lainnya.
Aku di gerbong no.7 padahal di tiket ditulis no.6, atas permintaan petugas. Begitu kereta berangkat aku biasanya langsung terkantuk,
mungkin karena frekuensi swara mesin kereta api dan hawa panasnya. Penumpang di sekelilingku dengan heran melihat tidurku yang uek itu. ( menengadah ).
Saat mereka bareng makan sore aku di tawari juga tapi aku menolak karena lebih ingin menikmati tidur yang rasanya berbeda ini. Mungkin swara berisik hati
ku tersapu oleh swara kereta. Kereta berhenti setiap setasiunnya dan aku pun melongok keluar untuk mengetahui sudah sampai man diriku.
Tepat di stasiun aku terbangun dan kantukku lambat laun menghilang, penumpang sekitarku terutama di depanku mulai cerita-cerita tentang kejahatan-kejahatan
yang mereka alami. Hatiku mulai gelisah apa lagi menyindir tas kecilku yang aku sampirkan di pundakku. Lalu telingaku sengaja kualihkan ke orang itu, eh lama kelamaan kata-katanya menelanjangiku, malah menyebutkan rupiah yang aku punya. Mungkin pas aku tidur dia mendengar bisikan, atau hanya kebetulan. Sikapnya padaku jadi kurang ramah, kakinya di angkat ditaruh disampingku
tanpa permisi, sedang penumpang sebelahku gerah dan duduk di samping pintu kereta, demikian juga teman duduk di sampingnya. Swasana mulai tegang, kakiku aku taruh disamping dia untuk mengimbangi, walau sudah tua kalau tidak sopan yang
kita kurang respek. Akhirnya dia tertidur dan tertunduk, aku lihat kepalanya yang botak seperti lapangan bola semut. Aku pun lambat laun tertidur dan juga penumpang lainnya. Kira-kira hampir subuh kami di kejutkan oleh swara Takbir dan shalawat
oleh si penumpang di depan saya tadi, seolah ia melihat sesuatu di depannya. Sontak saja para penumpang terbangun dan menyaksikan si bapak yang sedang nglindur dengan tangan bersembah. Aku pun tersenyum kemudian melanjutkan pengemabaraan jiwaku lagi.


Location : Kereta api
Date/ Day : Selasa 10/04/06
Story of the beating of my heart :

Extreme close up shots : sebuah gentong isi air nampak atas, begitu di buka ada hempasan kecil.
Hali ini mendatangkan ide untuk membuat hujan buatan dalam pembuatan sinetron. Aku bersama seseorang berjalan-jalan di sekolah dan lokasi shooting, sambil menunjukkan
hasil karyaku, begitu tangan kuarahkan tanganku ke sebuah kolam maka terlihat seperti hujan deras di atasnya. Bisa juga mendatangkan angin puyuh buatan heheh dalam wilayah kecil sesuai kebutuhan.

time : 13.00-15.00 wib
Saudaraku sedang mendengarkan acaranya AA, indahnya kasih sayang...aku pun snyap-senyap mendengar dari kamar dimana aku tidur.
tiba-tiba swara AA di dubbing oleh Anton teman OJT ketika di hotel itu.
Kami berdiri sambil melipat tangan di dada, Kalau ngga salah mempersolakan pengunaan salam secara Islam, mungkin dia tahu artinya dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Begitu menyinggung masalah salam itu aku pun bergerak maju barisan dan memutar tubuhku menghadap ke Anton.
Dan swara pak Habibi di dubbing oleh swara seorang kawan di Papua, aku juga heran kenapa jadi begini, sebuah laptop di hampiri oleh seorang kulit hitam, tapi aku tidak kenal orang itu sebelumnya.
Interior berubah menjadi di ruang bukan di podium seperti AA. Aku bangun sjenak dan masuk lagi ke frekwensi swara, mungkin melebar ke MW heheh
nah sekarang sudah hampir mirip dengan kondisi pengajian, tapi aku berada di blakang podium, seperti aula dengan pintu-pintu kayu jatinya. Anehnya kok di situ panitia juga memutar acara menangkap alam misteri.
Betul-betul terjadi overlapping frekuensi gelombang mimpi nih hihi. Mungkin mimpiku berlayer-layer. Kadang ada orang kesurupan juga.Seram juga layer satunya, sorang yang sedikit-demi sedikit termakan oleh virus ganas, lalu aku pergi mninggalkan
dan muncul di samping podium tadi. Aneh layernya nembus kepengajian tadi, tapi aku enggan untuk lewat depan podium melihat mereka pada pakai jubah.
lalu aku masuk lagi ke belakang podium yang luasnya spereti aula unpad itu, tiba-tiba aku melihat tetanggaku di damaran sedang membawa makanan. Lapar juga aku melihatnya, lalu dia menunjukkan suatu tempat, akupun bergegeas mencari eh ketemu sama Toro di samping pintu blakang unpad sedang mau masuk ke kampus.
Pakaiannya nampak rapi seperti pegawai kantoran, hmm dia khan di tangerang, ah namanya juga mimpi. Aku pun mendampinginya begitu masuk pintu terali, sekejap berubah jadi pakai kolor doang hehehe.
Senyum-senyum saja dia padaku. Akupun hanya mesam-mesem melihat tubuhnya agak berkeringat, yah aku mengerti dulu nikah dengan non muslim...mudah-mudahan langgeng.
cut to :
melihat seekor monyet yang di ikat tali lalu naik ke tugu monas

commen :
suer ewer ewer aku sendirian ke jkt ngga bawa monyet.
mungkin ada yang ingin menimba ilmu jadi ikut terus sorry jangan tersinggung dulu.
siapa juga yang bikin-bikin orang lagi tidur.

Saturday, April 08, 2006

eh lagi

dear blogger,
semalam memang menajdi malam penjang buatku, entah kenapa aku ngga tahu,
badanku terasa segar saja, maka untuk memancing kantukku aku main komputer sampai terkantuk.

Nah ini dia hasilnya setelah tidur :

Ext : ruang antah berantah
aku di dalamnya sambil memutar mini dv, seseorang penasaran dan mengintipku sedang apakah aku. Berkaset-kaset aku puter. Aku keluar kamar dan melihat sebuah kolam. Ada kabel yang putus tersampir di pohon.

cut to:
si cupang alias sofyan lagi sembunyi di balik dinding, ketika pak housekeeper lewat.
aku dan mas toyo jalan-jalan melompati parit kecil.

Thursday, April 06, 2006

masih juga ....

Location : Damaran
Date/ Day : Rabu 05/04/06
Story of the beating of my heart :

Snapshot : nuansa keperakan : seorang tersenyum dalam sekejap, tuh khan T yang mirip penyanyi jiran itu. Di sampingnya ada handuk biru yang kucari kemarin sore.

10.00 wib
Seorang wanita membungkuk menuntun seorang anak kecil, di barengi swara jeritan : ...bla..bla..bla...( ngga enak ama orangnya )

Tuesday, April 04, 2006

masih swasana hotel

Location : Damaran
Date/ Day : Selasa 04/04/06
Story of the beating of my heart :

08.00-10.00 wib

Int : Di sebuah hotel sangat luas
Semua ukuran jadi besar, aku lari-lari ke bawah mau mandi bawa odol dan sabun sendiri. Nampak teman-teman trainee : maryanto, sugiyanto, dan yanto-yanto yang lain.

cut to:
Int : ruang makan
Aku lagi makan bubur ayam, tiba-tiba pak housekeeper datang dan duduk membelakangiku dengan pakaian batik necis, "hmm.. bukannya hari ini bukan hari jum'at? hehe" Lalu aku menutupi buburku dengan buku dan duduk menjauhi beliau, " khan bubur SSB pak, bukan ngambil dari punya tamu hehe." gumamku, sebelahku ada seorang serta merta aku
bicara topik lain; untuk mengatasi swasana hatiku ; " kemarin aku punya anak didik 2 orang dalam hal menulis" eh setelah pindah dia pakai teknik (senjata)
menulisku...hehe,". Ngga merhatiin sih siapa sebelahku. Kami langsung akrab.

cut to :
Int : sebuah ruang kelas
Seorang sedang menerangkan pada murid-murid, swasana nampak serius. Ternyata yang di bahas TTS tanpa kotak-kotak heheh, dan semua murid mengikuti dengan hikmat.
Aku heran kenapa bicaranya lancar banget, ternyata pepi sae yang mendikte dari belakang. Sekials aku merekam wajah-wajah murid : ada yang pakai kerudung berpakaian seperti anak SMA.

Monday, April 03, 2006

mahkota wanita

Location : Damaran
Date/ Day : Minggu 02/04/06
Story of the beating of my heart :

Dear Blogger,
Pagi-pagi benar aku sudah di ajak bisik-bisik dengan housekeeper,
padahal sudah selesai masa trainingku. Mungkin beliau rindu, pembicaraan seputar bir,
minuman yang di minum para tamu. Yang aku ketahui memang suka nyisa, tapi suer ewer ewer aku ngga pernah minum setetespun.
Kalau koleksi botolnya memang iya sih. Itu juga pakai get pass pak. Saya suka design grafisnya dan bentuk botolnya yang lucu-lucu.hihi.

Time : 06.30 wib
Ext : halaman depan hotel
Sebuah mobil ban belakangnya kempis, lalu berhamburan pria-pria FO berseragam kuning kunyit.

Comment :
Aku berdiri menyaksikan peristiwa itu walau hanya baru terbuka sebelah mata hatiku, artinya setengah kesadaranku ada di tempat tidur.
Aku jadi ingat pada extracare, bergegas aku bangun dan ke hotel untuk menyerahkan extracare...sengaja lewat pintu depan.
Eh begitu melihat diriku datang dari kejauhan, ada salah seorang pria berseragam kuning kunyit yang lari mask ke dalam, hehehe mungkin aku tadi di dia.

Time : 15.30 wib

Ext : exc.lounge
Seorang wanita berpakaian hitam berkacak pingang nampak dari belakang.
Mata batinku ingin menerka siapakah gerangan dia, mudah-mudahan tidak marah.
Memang perasaan dalamku ke gadis "Y", kamera hatiku membuka dan membalikkan badannya...wow kostumnya bak seorang putri raja.
Berhiaskan pernak-pernik emas dan tidak marah, malah ada pentulnya di sanggulnya.

Comment :
Kalau shift malam biasanya kostumnya warna emas semua sih, tapi tanpa lengan terikat oleh tali. Sedang diriku dalam jubah emas seperti iklannya elo hehehe.

cut to :
Int : ball room hotel Q
wanita-wanita berkebaya ungu memegang kipas di taruh di depan dadanya jalan menuju lift, hmm aku tahu maksudnya untuk menghindari pandangan syahwat. Dan kelihatannya mereka pada resah memakai kebaya. Memang menurutku juga yang mahkota wanita itu buah dada bukan yang lainya heheh

masih pada kangen

Location : Damaran
Date/ Day : Minggu 02/04/06
Story of the beating of my heart :

Dear Blogger,
Pagi-pagi benar aku sudah di ajak bisik-bisik dengan housekeeper,
padahal sudah selesai masa trainingku. Mungkin beliau rindu, pembicaraan seputa,
minuman yang di minum para tamu. Yang aku ketahui memang suka nyisa, tapi suer ewer ewer aku ngga pernah minum setetespun.
Kalau koleksi botolnya memang iya sih. 2 botl sake dari kantin berhasil ku dapat dari Store. Itu juga pakai get pass pak. Saya suka design grafisnya dan bentuk botolnya yang lucu-lucu.hihi.
Insya Allah bentar lagi juga akan ke negeri yang bikin. Motivatorlah gitu.

Time : 06.30 wib
Ext : halaman depan hotel
Sebuah mobil ban belakangnya kempis, lalu berhamburan pria-pria FO berseragam kuning kunyit.

Comment :
Aku berdiri menyaksikan peristiwa itu walau hanya baru terbuka sebelah mata hatiku, artinya setengah kesadaranku ada di tempat tidur.
Aku jadi ingat pada extracare, bergegas aku bangun dan ke hotel untuk menyerahkan extracare...sengaja lewat pintu depan.
Eh begitu melihat diriku datang dari kejauhan, ada salah seorang pria berseragam kuning kunyit yang lari mask ke dalam, hehehe mungkin aku tadi di dia.

Time : 15.30 wib

Ext : exc.lounge
Seorang wanita berpakaian hitam berkacak pingang nampak dari belakang.
Mata batinku ingin menerka siapakah gerangan dia, mudah-mudahan tidak marah.
Memang perasaan dalamku ke gadis "Y", kamera hatiku membuka dan membalikkan badannya...wow kostumnya bak seorang putri raja.
Berhiaskan pernak-pernik emas dan tidak marah, malah ada pentulnya di sanggulnya.

Comment :
Kalau shift malam biasanya kostumnya warna emas semua sih, tapi tanpa lengan terikat oleh tali.
Sedang diriku dalam jubah emas seperti iklannya elo saja hehehe. Btw yang bikin iklan jangan-janagn alumni SR.


Location : Damaran
Date/ Day : Senin 03/04/06
Story of the beating of my heart :

time : 07.00-11.00 wib

Int : ruang kerja dengan perabot warna coklat tua
Aku dan teman-teman di hotel Q, mereka tertawa-tawa di ruang rapat, sedang aku di suruh duduk sendiri di depan sama Yanto naka laundry itu.
Mungkin Yanto kasihan padaku karena kalau bergabung dengan mereka pasti di sepet terus. Dalam hatiku : "Ok lah menghibur mereka yang stres."
Aku duduk di bangku dengan beberapa lembar kertas putih di atasnya.

cut to :
int : ruang loker
Hadir pak bekti, dan pak nanang supervisor, mereka melihat sepatuku yang di dalamnya ada nikitech body hightener. Seperti mereka berpikir bahwa aku ngga PD,
Jadi aku ingat ketika pak bekti bercanda ingin membuang sepatuku di sampah. Tadinya beli itu tuh, untuk kakekku yang hampir stroke, tapi karena kakekku memilih melatih dengan alat refleksi yang lain, maka aku pakai saja,
apa salahnya hehehe, lagian si doi khan lebih tinggi pak, walau kadang aku lihat dia melepas sepatu hak tingginya jika bersamaku aku, edeuh begitu pintar menjaga perasaanku.

cut to :
Int : ruang dalam langit-langit
Aku melihat semua lobang-lobang di tutup dengan plastik viber. Mungkin maksudnya supaya debu tidak masuk.
Ada sebagian atap yang belum ada eternitnya, eh ditutup juga dengan plastik itu. Pas ku injak jadi terperosok, untuk aku tidak jatuh ke bawah.
Padahal di bawah ada banyak orang lagi rapat.

cut to:
Int : ruang loker
Temanku di UK : erna mau pulang kapung, tapi dia ingin tidak diketahui siapa-siapa. Supaya kedatangan tidak di ketahui maka harus di jemput.
Tapi anehnya kok panitianya teman-temanku di hotel yah ? Wah pak bekti ikut terus pada jiwaku.
Ada Sabtono juga sesekali muncul dengan PD-nya tapi kok ngga nyapa ya ?

cut to:
Int : ruang kerja
Rini DI'92 kok jadi tinggi sekali, kemudian aku tanyakan kepadanya kok bisa setinggi ini ?
In fact : dia memang lebih tinggi dariku tapi tidak seperti dalam mimpi.

cut to :
Ext : halaman rumahku
Aku masih sibuk main dengan sepatu dengan Body Heightener-ku tapi aku jadi mengecil segedhe Aca ponakanku.
Ada pak Bupati yang tingi sekali badannya denan wajah cemas, in fact : jelas itu bukan wajah bupatiku. dan seorang lagi yang tinggi badannya juga mendatangiku.
Aku jalan lewat belakang bupai itu, tiba-tiba pak Bekti menegur supaya lewat depannya saja, mungkin dikiranya aku minder dengan kekecilan tubuhku.
Dalam hatiku," malas juga harus bungkuk-bungkuk di lewat di depannya." Memang aku merasa kalau sedang di awasi. Penyambutan kedatangan alumni SMA dirayakan di halaman sekolah, sesekali aku berakting pakai gitar dan nyanyi...bunyi telepon berdering membangunkanku Aca ponakanku minta di jemput dari sekolah play groupnya , tapi sayang motornya lagi di pakai.