Monday, April 03, 2006

masih pada kangen

Location : Damaran
Date/ Day : Minggu 02/04/06
Story of the beating of my heart :

Dear Blogger,
Pagi-pagi benar aku sudah di ajak bisik-bisik dengan housekeeper,
padahal sudah selesai masa trainingku. Mungkin beliau rindu, pembicaraan seputa,
minuman yang di minum para tamu. Yang aku ketahui memang suka nyisa, tapi suer ewer ewer aku ngga pernah minum setetespun.
Kalau koleksi botolnya memang iya sih. 2 botl sake dari kantin berhasil ku dapat dari Store. Itu juga pakai get pass pak. Saya suka design grafisnya dan bentuk botolnya yang lucu-lucu.hihi.
Insya Allah bentar lagi juga akan ke negeri yang bikin. Motivatorlah gitu.

Time : 06.30 wib
Ext : halaman depan hotel
Sebuah mobil ban belakangnya kempis, lalu berhamburan pria-pria FO berseragam kuning kunyit.

Comment :
Aku berdiri menyaksikan peristiwa itu walau hanya baru terbuka sebelah mata hatiku, artinya setengah kesadaranku ada di tempat tidur.
Aku jadi ingat pada extracare, bergegas aku bangun dan ke hotel untuk menyerahkan extracare...sengaja lewat pintu depan.
Eh begitu melihat diriku datang dari kejauhan, ada salah seorang pria berseragam kuning kunyit yang lari mask ke dalam, hehehe mungkin aku tadi di dia.

Time : 15.30 wib

Ext : exc.lounge
Seorang wanita berpakaian hitam berkacak pingang nampak dari belakang.
Mata batinku ingin menerka siapakah gerangan dia, mudah-mudahan tidak marah.
Memang perasaan dalamku ke gadis "Y", kamera hatiku membuka dan membalikkan badannya...wow kostumnya bak seorang putri raja.
Berhiaskan pernak-pernik emas dan tidak marah, malah ada pentulnya di sanggulnya.

Comment :
Kalau shift malam biasanya kostumnya warna emas semua sih, tapi tanpa lengan terikat oleh tali.
Sedang diriku dalam jubah emas seperti iklannya elo saja hehehe. Btw yang bikin iklan jangan-janagn alumni SR.


Location : Damaran
Date/ Day : Senin 03/04/06
Story of the beating of my heart :

time : 07.00-11.00 wib

Int : ruang kerja dengan perabot warna coklat tua
Aku dan teman-teman di hotel Q, mereka tertawa-tawa di ruang rapat, sedang aku di suruh duduk sendiri di depan sama Yanto naka laundry itu.
Mungkin Yanto kasihan padaku karena kalau bergabung dengan mereka pasti di sepet terus. Dalam hatiku : "Ok lah menghibur mereka yang stres."
Aku duduk di bangku dengan beberapa lembar kertas putih di atasnya.

cut to :
int : ruang loker
Hadir pak bekti, dan pak nanang supervisor, mereka melihat sepatuku yang di dalamnya ada nikitech body hightener. Seperti mereka berpikir bahwa aku ngga PD,
Jadi aku ingat ketika pak bekti bercanda ingin membuang sepatuku di sampah. Tadinya beli itu tuh, untuk kakekku yang hampir stroke, tapi karena kakekku memilih melatih dengan alat refleksi yang lain, maka aku pakai saja,
apa salahnya hehehe, lagian si doi khan lebih tinggi pak, walau kadang aku lihat dia melepas sepatu hak tingginya jika bersamaku aku, edeuh begitu pintar menjaga perasaanku.

cut to :
Int : ruang dalam langit-langit
Aku melihat semua lobang-lobang di tutup dengan plastik viber. Mungkin maksudnya supaya debu tidak masuk.
Ada sebagian atap yang belum ada eternitnya, eh ditutup juga dengan plastik itu. Pas ku injak jadi terperosok, untuk aku tidak jatuh ke bawah.
Padahal di bawah ada banyak orang lagi rapat.

cut to:
Int : ruang loker
Temanku di UK : erna mau pulang kapung, tapi dia ingin tidak diketahui siapa-siapa. Supaya kedatangan tidak di ketahui maka harus di jemput.
Tapi anehnya kok panitianya teman-temanku di hotel yah ? Wah pak bekti ikut terus pada jiwaku.
Ada Sabtono juga sesekali muncul dengan PD-nya tapi kok ngga nyapa ya ?

cut to:
Int : ruang kerja
Rini DI'92 kok jadi tinggi sekali, kemudian aku tanyakan kepadanya kok bisa setinggi ini ?
In fact : dia memang lebih tinggi dariku tapi tidak seperti dalam mimpi.

cut to :
Ext : halaman rumahku
Aku masih sibuk main dengan sepatu dengan Body Heightener-ku tapi aku jadi mengecil segedhe Aca ponakanku.
Ada pak Bupati yang tingi sekali badannya denan wajah cemas, in fact : jelas itu bukan wajah bupatiku. dan seorang lagi yang tinggi badannya juga mendatangiku.
Aku jalan lewat belakang bupai itu, tiba-tiba pak Bekti menegur supaya lewat depannya saja, mungkin dikiranya aku minder dengan kekecilan tubuhku.
Dalam hatiku," malas juga harus bungkuk-bungkuk di lewat di depannya." Memang aku merasa kalau sedang di awasi. Penyambutan kedatangan alumni SMA dirayakan di halaman sekolah, sesekali aku berakting pakai gitar dan nyanyi...bunyi telepon berdering membangunkanku Aca ponakanku minta di jemput dari sekolah play groupnya , tapi sayang motornya lagi di pakai.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home